JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

8 ASN Daftar Seleksi Jabatan Sekda Solo, Satu Diantaranya Dari Sragen

Ilustrasi. Foto: pixabay
Ilustrasi. Foto: pixabay

SOLO– Sebanyak delapan aparatur sipil negara (ASN) mendaftar seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surakarta. Dari delapan pendaftar tersebut, salah satu diantaranya dari Inspektorat Kabupaten Sragen yaitu Wahyu Widayat.

Kedelapan ASN yang telah mendaftar tersebut yaitu Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Siti Wahyuningsih, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Rakhmat Sutomo, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sutarja, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Suwarta, Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Yosca Herman Soedrajad, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Gatot Sutanto, serta Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ahyani, serta dari Inspektor Kabupaten Sragen, Wahyu Widayat.

Menurut Ketua panitia seleksi (Pansel), Anwar Hamdani, dari delapan yang mendaftar akan diplenokan untuk menentukan calon mana saja yang memenuhi persyaratan.

Baca Juga :  Polisi Bekuk 4 Pelaku Penipuan Berkedok Lelang di Instagram, Kaesang Pangarep Nyaris Jadi Korban

“Kalau diidentifikasi dari NIP (Nomor Induk Pegawai) ada satu pendaftar yang tidak memenuhi batas usia maksimal yakni Pak Yosca Herman. Saat dilantik nanti dia berusia 56 tahun lebih. Pansel berkomitmen untuk menegakkan regulasi dalam seleksi Sekda kali ini. Termasuk soal batasan usia maksimal kandidat. Sedangkan tujuh peserta lain bisa masuk dari sisi usia,” urainya, Selasa (18/9/2018).

Dikatakan Anwar, jumlah pendaftar sudah cukup ideal karena ditargetkan jumlah pendaftar minimal enam kandidat agar seleksi yang dilakukan lebih kompetitif. Terlebih ada satu peserta yang berasal dari luar kota.

“Pematasan usia maksimal 56 tahun dilakukan agar pejabat yang bersangkutan nanti terpilih menjadi Sekda, masih memiliki kesempatan bekerja selama empat tahun hingga memasuki masa pensiun,” katanya.

Baca Juga :  Optimistis Menangkan Pilkada Solo, Bajo Berharap Dapat Nomor Urut 1. Ini Alasannya....

Sementara itu, peserta yang lolos seleksi administrasi akan mengikuti tahapan seleksi berikutnya, meliputi uji gagasan, uji kompetensi, wawancara, penyelidikan rekam jejak, dan sebagainya. Anwar menyebutkan, seleksi dilakukan secara transparan, bahkan seluruh proses direkam menggunakan peralatan audio visual, sehingga ketika suatu saat terjadi persoalan, dapat dikaji ulang.

“Uji program dan gagasan akan diselenggarakan Kamis (20/9/2018),” katanya.

Terpisah Penjabat Sekda Surakarta, Untara menyampaikan, persaingan menduduki kursi sekda memang tidaklah mudah. Mereka harus mengetahui dan memahami kota Solo sesuai dengan visi dan misi walikota.

“Harus tau karakteristik kota Solo. Karena Solo itu unik, kalau nggak faham ya tidak bisa,” tukasnya. Triawati PP