loading...
Bupati saat peletakan batu pertama anak tangga Gunung Lawu. Foto/Humas Kab

KARANGANYAR- Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengajak semua elemen untuk menjaga alam untuk keselamatan manusia. Hal itu diungkapkan ketika beraudiensi terkait bencana di Radio Swiba Kamis (30/8/2018).

Dalam penjelasannya Juliyatmono menyampaikan bahwa  yang pertama kita harus bersyukur ke hadirat Tuhan alam ini anugerah Tuhan.

“Sekarang alam ini sudah banyak yang rusak. Sudah nampak di darat di laut, bumi ini rusak. Kerusakan  terjadi di mana-mana, oleh karena tangan-tangan manusia. Perilaku eksploitasi, perilaku yang sangat bertentangan dengan alam sehingga rusak. Berulang kali saya mengingatkan. Ayo bareng-bareng berpikir, bagaimana berkomunikasi dengan Tuhan dengan baik, harmonisasi dengan alam, tumbuh-tumbuhan dengan baik, juga berharmonisasi dengan sesama makhluk hidup. Oleh karena tidak semua orang berpikir baik, pemerintah siap mengantisipasi,” paparnya.

Baca Juga :  KPU Resmi Perkenalkan Desain Surat Suara Pileg 2019. Tak Pakai Foto Caleg, Begini Desainnya! 

Menurutnya, Indonesia hanya mengenal 2 musim, kemarau dan penghujan. Namun sekarang ini musim kemarau yang panjang. Bencana yang timbul adalah kebakaran. Padahal kebakaran itu sendiri disebabkan oleh human error, kelalaian manusia, perilaku manusia yang ceroboh.

Listrik tidak tertata bagus, menyalakan kompor sembarangan tanpa dikontrol, membuang puntung rokok sembarangan dan membuang sampah sembarangan. “Ini adalah perilaku yang salah,” kata Bupati.

Baca Juga :  Gagal Total di Porprov, Ketua KONI Karanganyar Minta Maaf. Bupati: Introspeksi Bagi Semua! 

Menurutnya, pemerintah sebetulnya bisa lebih efisien kalau perilaku manusianya baik. Walau demikian, kalau sudah terjadi kebakaran Damkar tetap siap membantu setiap saat dengan cepat. Kendala kendaraan yang rusak milik Damkar, akan ditambah dengan kendaraan baru. Apabila ada kekeringan, PDAM siap menyediakan kebutuhan air.

“Syukurlah sampai hari ini kebutuhan air kita masih tercukupi dengan baik. PMI juga siap menghadapi resiko-resiko bila terjadi bencana maupun situasi yang tidak terduga untuk menyelamatkan jiwa para korban,” tambah Juliyatmono.

Juliyatmono berharap supaya Karanganyar bebas dari bencana. Hal ini harus diusahakan, tidak hanya dengan doa saja. Usaha yang dimaksud adalah dengan tetap menjaga alam dan lingkungan sekitarnya. Wardoyo

Baca Juga :  Jelang Pilkades Serentak, Bupati Karanganyar Minta Warga Tak Saling Ejek 

 


Loading...