Beranda Daerah Wonogiri Proyek Rabat Jalan 400 Meter di Wonogiri Bakal Telan Anggaran Rp465 Juta

Proyek Rabat Jalan 400 Meter di Wonogiri Bakal Telan Anggaran Rp465 Juta

Bupati Wonogiri
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pembangunan rabat jalan sepanjang 400 meter menjadi sasaran utama program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 di Kabupaten Wonogiri. Program yang berpusat di Dusun Mangli, Desa Giriwarno, Kecamatan Girimarto, tersebut didukung anggaran Rp465 juta dari pemerintah provinsi dan kabupaten.

TMMD Sengkuyung Tahap IV Kodim Wonogiri resmi dibuka pada Selasa (13/10/2026). Selain pembangunan fisik, program ini juga diarahkan untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pembangunan desa serta meningkatkan kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, dan warga.

Pasiter Kodim Wonogiri sekaligus Perwira Pelaksana TMMD, Kapten Jumadi, menjelaskan bahwa kegiatan pra-TMMD telah dilaksanakan sebelum pembukaan resmi program.

Dalam laporan rencana pelaksanaan TMMD, sasaran fisik dipusatkan pada pembangunan rabat jalan beton dengan panjang 400 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 12 sentimeter.

Baca Juga :  Geger Kasus Dugaan Keracunan 339 Siswa dan Guru SMPN 1 Jatisrono Wonogiri, ini Menu yang Dimakan Sebelumnya

“Selain jalan beton, pekerjaan juga mencakup pembangunan talud di empat titik, drainase di tiga titik, serta gorong-gorong di satu titik,” jelas dia.

Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp465 juta. Dana tersebut bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp165 juta dan APBD Kabupaten Wonogiri sebesar Rp300 juta.

Pembangunan jalan beton diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, sementara keberadaan drainase, talud, dan gorong-gorong mendukung fungsi infrastruktur jalan serta aliran air di kawasan tersebut.

Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, dalam kesempatan itu turut mengingatkan masyarakat mengenai ancaman kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan yang perlu diantisipasi.

“Untuk itu, selalu bersikap waspada dan hindari agar tidak terjadi bahaya kebakaran di lingkungan pemukiman, lahan pertanian dan areal hutan,” pesannya.

Ia juga mengajak masyarakat membudayakan kepedulian terhadap kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing. Kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama ketika kondisi lingkungan berpotensi memicu kebakaran.

Baca Juga :  Masa Tunggu Haji Bisa Dipangkas Jadi 14 Tahun, Ini Penjelasan Stafsus Kemenhaj di Wonogiri

Selain itu, warga diminta menggiatkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta segera berkoordinasi dengan aparat berwenang apabila terjadi keadaan darurat agar langkah pencegahan dan penanggulangan dapat dilakukan secepatnya. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.