JOGLOSEMARNEWS.COM Info Penting

Facebook Kembangankan Fact-Checking Foto dan Video, Begini Cara Kerjanya

pexels.com
pexels.com

JAKARTA – Facebook sudah mengembangkan fitur fact-checking untuk foto dan video. Sebelumnya, fitur itu hanya digunakan untuk mengurangi penyebaran hoax atau berita palsu.

Product Manager Facebook Antonia Woodford menerangkan cara kerja dari fitur tersebut.

“Sama seperti yang kami lakukan saat meninjau artikel, kami menciptakan model mesin pembelajaran menggunakan berbagai sinyal yang kami terima, termasuk laporan dari pengguna Facebook, untuk mengidentifikasi konten yang berpotensi mengandung informasi yang salah,” ujar Woodford, dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Sabtu (14/9/2018).

Kemudian setelah itu foto dan video tersebut dikirim kepada fact-checker untuk selanjutnya ditinjau lebih lanjut, atau mitra fact-checker juga bisa menemukan konten tersebut. Kebanyakan mitra third-party fact checker Facebook memiliki keahlian untuk mengevaluasi foto dan video.

Selain itu, para mitra juga telah dilatih untuk menggunakan teknik verifikasi visual, seperti pencarian gambar terbalik dan menganalisis metadata gambar, seperti kapan dan di mana sebuah foto maupun video diambil. Fact-checkers bisa menilai kebenaran atau kepalsuan foto maupun video dengan menggabungkan teknik verifikasi ini dan praktik jurnalistik lainnya, seperti mendalami lebih jauh menggunakan riset dari para ahli, akademisi atau lembaga pemerintah.

“Seiring dengan semakin banyaknya hasil penilaian dari fact-checkers pada foto dan video yang ditemukan, akurasi dari model mesin pembelajaran pun bisa ditingkatkan. Kami juga memanfaatkan teknologi lain agar bisa lebih baik lagi mengenali konten palsu dan informasi menyesatkan,” kata Woodford.

Woodford memberikan contoh menggunakan optical character recognition (OCR) untuk mengekstrak teks dari foto dan membandingkannya dengan judul dari artikel fact-checker. Facebook, kata dua, juga berupaya menemukan cara baru dalam mendeteksi foto maupun video yang telah dimanipulasi.

Teknologi tersebut akan membantu Facebook mengidentifikasi foto dan video yang mencurigakan agar dapat segera dikirimkan ke fact-checker untuk ditinjau lebih lanjut secara manual. Dan mempelajari lebih lanjut mengenai bagaimana menjalankan pendekatan dalam wawancara bersama Tessa Lyons, Product Manager on News Feed.

www.tempo.co