loading...
Loading...
tribunJogja.com

JOGJA – Keluarga Besar Alumni (KBA) SMAN 3 Yogyakarta Padmanaba menghelat even Festival Bregada Nusantara 2018.

Yang menarik dari pawai festival ini adalah diikutkannya drone sebagai cucuk lampah.

Drone yang ikut dalam acara ini dihiasi dengan selembar spanduk beraneka macam tulisan. Antara lain, tulisan Festival Bregada Nusantara, Pesona Indonesia, hingga Kereta Api.

Drone-drone ini diterbangkan sebagai pembuka dari dimulainya pawai Festival Bregada Nusantara 2018 dan melintasi sepanjang jalan Malioboro.

Namun sayang, sejumlah drone yang sudah disiapkan gagal menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Baca Juga :  Udara Dingin Akhir-akhir Ini, BMKG Sebut Ada 3 Sebab dan Waspadai Sejumlah Serangan Penyakit

Karena terdapat kesalahan teknis, drone tidak bisa terbang maksimal.

“Parade drone ini memang kita konsep pertama kali di dunia. Tapi tadi ada kesalahan teknis, sangat mungkin terjadi. Namun semangat dan kreatifitasnya ini yang harusnya kita apresiasi,” kata Katua Umum Keluarga Besar Alumni SMA N 3 Padmanaba Yogyakarta, Hendri Saparini saat ditemui di lokasi, Minggu (23/9/2018)

Hendri menjelaskan, parade drone ini merupakan eksibisi, artinya sebagai percobaan.

Baca Juga :  Penyerapan Tenaga Kerja Difabel oleh Perusahaan di DIY Masih Rendah

Harapannya untuk meningkatkan minat anak-anak muda, terjun dalam kegiatan kebudayaan.

Menurutnya, kegiatan budaya saat ini kurang begitu dilirik oleh kalangan anak-anak muda.

Sehingga satu di antara cara untuk mendekatkan kepada generasi muda adalah dengan cara menghadirkan teknologi dalam kebudayaan.

“Kita ingin membawa anak muda itu kenal budaya. Apa yang menarik untuk anak muda yaitu dengan drone. Sehingga acara budaya bisa menarik dan sinergi dengan anak muda,” ungkapnya.

Baca Juga :  Di Provinsi DIY, 5.800 Ekor Ayam Dibagikan Gratis

Ia berpendapat, ketika seni budaya bisa dipadukan dengan ilmu pengetahuan maka akan menjadi tontonan yang sangat menarik.

Baca: Bregada Drone Akan Semarakan Padmanaba Festival Bregada Nusantara

Ia kemudian mencontohkan ketika Sendratari Ramayana bisa dipentaskan dalam balutan teknologi, hasilnya akan luar biasa.

Di atas panggung orang bisa terbang secara sungguhan.

“Ini tentu akan menjadi tontonan yang menarik. Jadi levelnya bisa meningkat, jadi level internasional. Kita harapkan seperti itu,” urai dia.

www.tribunnews.com

Iklan
Loading...