loading...
Ilustrasi tsunami

 

PALU- Gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,7 skala richter mengguncang Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Gempa diiringi terjangan tsunami setinggi hamoir 2 meter hingga mengakibatkan kerusakan parah.

Tidak hanya itu, gempa juga melumpuhkan komunikasi akibat hancurnya 276 menara BTS. Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informasi mengumumkan layanan tersebut mandeg karena pasokan listrik PLN terputus.

“Hingga pukul 18.00 WIB, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika menyatakan terdapat 276 base station yang tidak bisa digunakan,” kata Pelaksana tugas Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informasi Ferdinandus Setu dalam rilis yang dikirimkan Tim Crisis Center Kementerian Pariwisata kepada Tempo, Jumat (28/9/2018).

Baca Juga :  Akhiri PSBB Covid-19, Pemkot Tegal Bakal Gelar Pesta Kembang Api, Jumat Malam

Kominfo saat ini tengah berupaya memulihkan pasokan listrik pasca gempa Donggalan. Caranya, ujar Fernandes, menggunakan mobile backpup power (MBP). MBP diaktifkan sampai jaringan listrik dari PLN kembali normal.

Menteri Kominfo Rudiantara telah menugaskan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (Bakti) untuk mengirimkan 30 unit telepon satelit.

Bakti akan berkoordinasi menanggulangi putusnya komunikasi di Dongala dan sekitarnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan telah terjadi gempa donggala, Sulawesi Tengah, pukul 17.00. Gempa dan menyebabkan tsunami dengan tinggi gelombang 1,5-2 meter.

Baca Juga :  Prediksi BIN Jika Masyarakat Tetap Gelar Salat Id Berjemaah di Lapangan atau di Masjid

www.tempo.co