JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

HMPS Akuntansi Unisri Gelar Diskusi Profesi Akuntan Dalam Era MEA

Dok Suharno

SOLO – Dalam rangka membekali mahasiswa baru, terkait karakteristik dan prospek profesi akuntan di era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS)  Akuntansi Unisri menyelenggarakan diskusi akuntansi.

Ketua Panitia, Andrean Wijaya Sakti, kepada media,  Jumat (28/9-2018) mengatakan, diskusi tersebut mengusung tema
“Peran Profesi Akuntan Menghadapi MEA”.

Tampil sebagai pembicara Direktur Amalia Consulting, Suharno dan Anisa Iswara, mahasiswa prodi akuntansi, semester VII.

Kegiatan yang diselenggarakan, Rabu (26/9-2018), di ruang Seminar Unisri, lantai 3, diikuti 98 peserta, dibuka Dekan Fakultas Ekonomi Unisri, Edi Wibowo.

Dalam sambutannya,  Edi Wibowo,  mengingatkan persaingan profesi akuntan di era MEA sangat kompetitif, khususnya dengan akuntan asing.

Baca Juga :  Ilmu Komunikasi UMS Berhasil Mendapat Akreditasi A, Akan Membuka Konsentrasi Peminatan Sesuai Kebutuhan Pasar

” Akuntan asing dari India,  Philipina Tþhailand bebas keluar masuk di Indonesia. Anda pun juga punya kesempatan sama bisa bekerja sebagai akuntan di kawasan Asean. Agar bisa bersaing anda harus menguasai Informasi Tehnologi (IT), bahasa asing khususnya bahasa inggris, serta standar kompetensi akuntansi,” 45papar Edi Wibowo.

Pembicara pertama,  Anisa Iswara,  menjelaskan dampak pemberlakuan MEA terhadap profesi akuntan,  serta masih rendahnya jumlah akuntan di indonesia dibandingkan dengan negara Asean lainnya.

Sedangkan pembicara kedua, Suharno, yang juga dosen prodi akuntansi dan MM Unisri lebih banyak menyoroti kesiapan mental mahasiswa dalam memasuki era MEA.

Baca Juga :  Pemuda Pancasila Solo Akan Gelar Muscablub dengan Protokol Covid-19. Delapan Orang Sudah Mendaftar Sebagai Calon Ketua

” Faktor utama mahasiswa sukses di dunia kerja 90 % ditentukan faktor soft skill, dan 10 %  pada hard skill. Namun ironisnya sebagian besar perguruan tinggi porsinya justru terbalik, 90 % hard skill dan 10 % soft skill ” ungkap Suharno.

Untuk itu, Suharno,  mengharapkan agar mahasiswa mengubah cara pandang dan pola pikir, kuliah tidak sebatas di ruang kelas,  namun proses kuliah dan pembelajaran bisa dilakukan di mana saja. #suhamdani