loading...
Kebakaran di lereng curam Gunung Kelir, Sidoharjo, Wonogiri.

WONOGIRI-Bencana kebakaran ternyata tidak sebatas berdampak menghanguskan benda-benda di sekitarnya. Ada dampak lain yang tidak kalah mengerikan, yakni bisa memicu terjadinya bencana lain berupa tanah longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto mengungkapkan hal itu, Senin (3/9/2018). Menurut dia, perlu kewaspadaan ekstra pasca terjadinya bencana kebakaran.

“Khususnya kebakaran lahan dengan kemiringan tertentu,” ungkap dia.

Tugas semua elemen masyarakat tidak sebatas memadamkan api dan menjaga jangan sampai kebakaran terulang. Wajib diwaspadai pada kondisi tanah miring bekas terbakar, salah satu dampaknya akan terjadi rekahan.

Baca Juga :  Catat, Ini Kuota PTSL Wonogiri Pada 2019

Pada musim hujan air akan masuk ke rekahan tanah itu. Hal inilah yang dapat memicu terjadinya tanah longsor.

Lantaran itu pasca peristiwa kebakaran, wajib diperiksa ada tidaknya perlahan tanah di sekitarnya.

“Diharapkan pada awal musim hujan, warga untuk menutup rekahan dan atau memindahkan aliran air agar tidak semuanya mengalir ke rekahan tanah. Kalau air sampai masuk ke rekahan, akan semakin memperbesar terjadinya longsor,” beber dia.

Baca Juga :  Sinkronisasi Program Pendidikan Dasar di Wonogiri. Ini yang Dilakukan Tanoto Foundation

Dia mencontohkan, kasus kebakaran Gunung Kelir di Kecamatan Sidoharjo. Kondisi lereng sangat curam, sebagian bahkan mencapai kemiringan 45 derajat.

“Apalagi di sekitar Gunung Kelir pernah terjadi fenomena tanah bergerak,” tegas dia. Aris Arianto


Loading...