loading...

Istimewa

SOLO– Hidangan es krim dan seduhan minuman teh menjadi favorit masyarakat dari kalangan manapun. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua hampir dipastikan menyukai kedua hidangan tersebut. Terlebih di cuaca saat ini yang begitu panas, sajian es krim dan es teh pasti lebih digemari.

Hal itulah yang kemudian memberikan inspirasi seorang siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta, Ardito Yunus untuk membuat kreasi teh dan es krim. Tidak main-main, siswa kelas XI IPA tersebut mengkreasikan teh dan es krim dari bahan baku yang tidak kuta duga.

Ya, Yunus mengkreasikan pembuatan teh dan es krim dari kulit mentimun. Bagi masyarakat secara umum, kulit mentimun akan menjadi sampah yang tempatnya tentu saja di tempat sampah. Namun dengan daya kreativitasnya, Yunus berhasil mengkreasikan “sampah” organik tersebut menjadi suatu barang dengan nilai jual.

Istimewa

Bersama dengan guru pendampingnya, Muhammad Firman, Yunus melakukan percobaan sederhana untuk membuat produk dari kulit mentimun. Yunus bersama teman-temannya membuat teh kulit mentimun dan ice cream kulit mentimun.

“Salah satu alasan dibuatnya teh serta ice cream adalah kedua barang tersebut cukup banyak digemari masyarakat luas. Langkah awal untuk membuat teh kulit mentimun adalah mencuci kulit mentimun lalu mengiris-iris kulit mentimun dan dikeringkan. Setelah dikeringkan, ada pula langkah penyortiran untuk memilih irisan yang baik,” urainya, Sabtu (1/9/2018).

Sedangkan untuk pembuatan ice cream kulit mentimun diawali dengan melarutkan campuran tepung dan santan kemudian dicampurkan dengan larutan gula dan kulit mentimun. Adonan tersebut diputar dengan menggunakan alat sampai membeku. Hasilnya adalah ice cream segar beraroma mentimun.

Loading...

“Kegiatan percobaan sederhana tersebut bertujuan utama untuk menumbuhkan jiwa inovatif yang terinspirasi dari lingkungan sekitar. Awalnya, siswa melihat banyak sisa kulit mentimun di dapur sekolah yang terbuang. Melihat situasi tersebut, tercetuslah ide untuk kulit mentimun menjadi bahan konsumsi. Selanjutnya, siswa mempelajari berbagai literatur tentang manfaat kulit mentimun dan mencoba untuk meramu menjadi bahan konsumsi. Berdasarkan hasil studi pustaka tersebut, muncullah ide untuk membuat teh dan ice cream berbahan dasar kulit mentimun. Kedua jenis minuman tersebut dipilih karena sudah sangat popular serta digemari masyarakat,” terang Guru Pendamping, Muhhamad Firman.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, Hendro Susilo menyatakan dukungannya terhadap ide-ide inovatif yang muncul dari semua warga sekolah.

 

“Terlebih inovasi di bidang ekonomi kreatif merupakan sebuah inovasi yang sangat dinanti masyarakat sekarang ini. Inovasi di bidang ekonomi kreatif kian menjadi sorotan masyarakat luas karena melihat dari nilai kebermanfaaatan serta pengembangannya berbasis pada kekreativitasan. Semoga produk yang dihasilkan dapat menjadi pengembangan kewirausahaan bagi siswa-siswi kami khususnya serta bagi masyarakat pada umumnya,” ujarnya. Triawati PP

Loading...