loading...
Pembuatan tosan aji dari kalangan empu di sela acara jamasan pusaka dan ruwatan massal di Wonogiri. Facebook : Adhi Dharma

WONOGIRI-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri menggelar jamasan pusaka Mangkunegaran dan ruwatan massal di obyek wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM), Minggu (23/9/2018).

Dalam acara itu sedikitnya 21 warga mengikuti ruwatan massal. Mereka bukan hanya berasal dari Wonogiri maupun Surakarta. Namun ada yang dari Magetan, Ngawi (Jatim), hingga Jogjakarta.

Sekda Wonogiri, Suharno didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Siswanto, menyebutkan, setiap tahun tepatnya di bulan Sura/Muharram, Pemkab rutin menggelar acara jamasan pusaka dan ruwatan massal. Selain menarik kunjungan wisatawan WGM, agenda budaya itu sebagai upaya Pemkab melestarikan warisan nenek moyang.

Baca Juga :  Tanam Vetiver Alias Akar Wangi, Ini Solusi Tepat Ala Presiden Jokowi Untuk Mengatasi Masalah Sedimen di Waduk

“Selain menjamas (membersihkan) pusaka Mangkunegaran yang ada di daerah Wonogiri, panitia juga menerima masyarakat umum penggemar tosan aji yang ingin membersihkan pusaka mereka dengan gratis,” imbuh Siswanto.

Bertindak sebagai dalang ruwat adalah Ki Suparmo Broto Carito dari Jatiroto. Di sekitar lokasi juga ditunjukkan pembuatan tosan aji oleh kalangan empu.

Wabup Edy Santosa meminta pelaksanaan even jamasan pusaka serta ruwatan massal di WGM ini terus ditingkatkan. Sehingga akan lebih menarik banyak wisatawan. Aris Arianto