loading...


Dermawan sekaligus pengusaha Sragen, Tri Agus Bayuseno (TAB) saat membantu anak-anak di Desa Ngrombo, Tangen yang ikut antri air bersih, Minggu (9/9/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Bencana krisis air dampak kemarau berkepanjangan di sejumlah wilayah di Sragen terus menghadirkan cerita miris. Minggu (9/9/2018) sejumlah orangtua di wilayah Desa Ngrombo, Tangen terpaksa mengerahkan anak-anak mereka untuk ikut antri air bersih bantuan dari pihak ketiga.

Hal itu terpaksa dilakukan agar mereka bisa mendapatkan jatah air bersih yang lebih mengingat aliran bantuan droping dari Pemkab belum kunjung datang.

“Sudah seminggu ini, enggak ada bantuan masuk. Alhamdulilah hari ini ada bantuan yang datang. Makanya mumpung anak-anak libur, kami ajak ngantri biar dapat air yang lebih. Karena nunggu hujan belum juga turun,” ujar Sri, salah satu warga, yang mengajak putri kecilnya untuk ngantri bantuan droping.

Baca Juga :  Memukau, Suara Emas 5 Sinden Cilik Sambirejo Bikin Pejabat Tinggi TNI dan Ribuan Warga Terpana 

Bantuan yang datang kemarin disalurkan dari program TAB Peduli Krisis Air Bersih Sragen. Total ada 10 unit mobil tangki yang digelontorkan ke Dukuh Ngablak dan Gemblak, Desa Ngrombo, Kecamatan Tangen.

Bantuan droping itu dikirim sejak pagi dan langsung diserbu oleh warga.  Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Tri Agus Bayuseno yang akrab disapa Bayu TAB.

Bayu selama ini dikenal sebagai dermawan dan pengusaha muda kelahiran Gemolong, Sragen yang getol memberikan bantuan untuk masyarakat miskin dan dilanda kesulitan di Sragen.

Foto/Wardoyo

Di sela penyaluran bantuan, Bayu mengungkapkan bahwa bantuan droping itu sebenarnya sudah digelar secara rutin seminggu sekali sejak krisis air melanda beberapa bulan silam.

Baca Juga :  Ratusan Pendekar PSHT dan Kera Sakti Geruduk Balai Desa dan Lapangan Sukorejo Sragen

Menurutnya, program itu sengaja digagas untuk membantu meringankan beban masyarakat di wilayah krisis air bersih yang selama ini dilanda kesulitan air.

“Ini murni program TAB peduli Sukowati. Karena kekeringan sudah melanda beberapa bulan dan kondisi terakhir, hampir sepekan warga di Desa Ngrombo ini belum menerima bantuan sama sekali,” papar Bayu.

Pengusaha muda yang dikenal bersahaja dan bergerak di bidang usaha ternak serta dealer itu menggaransi program droping itu murni untuk sosial membantu masyarakat. Ia juga menegaskan sama sekali tidak ada unsur politik dari kegiatan itu.

Baca Juga :  Polres Sragen Ringkus Maling Motor Petani di Sumberlawang Sragen Saat Sembunyi di Boyolali. Sempat Mengganti Pelat Nomor AD Jadi W 

“Program peduli krisis air ini oleh Pak TAB juga sudah rutin dan sepekan sekali diagendakan untuk menyalurkan droping ke wilayah krisis air,” tandasnya. Wardoyo

 

Loading...