loading...


Mahasiswa prodi Farmasi, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang Citra Wahyu menunjukkan serum antiaging berhan limbah tulang ikan nila. Foto: surya.co.id

MALANG – Mahasiswa farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya membuat penelitian tentang pemanfaatan limbah ikan nila untuk serum antiaging (penuaan). Dipilihnya ikan nila ini karena alasan banyak dikonsumsi masyarakat.

Namanya Muffin Oreo (Serum Fish Bone Oreochromisni loticus For Anti Aging).

“Kami mendapatkan limbah tulang ikan nila dari pabrik di Gresik. Di pabrik fillet, tulang ikannya dibuang. Jika serum ini nanti bisa diproduksi, pabrik siap mengirimkan,” jelas Citra Wahyu surya.co.id, beberapa waktu lalu

Baca Juga :  Ini Daftar Kosmetik Ilegal dan Berbahaya. Beberapa Artis Di-endorse Merk-merk Produk Kosmetik Oplosan Tersebut

Bentuk serum ini bening dan bisa dipakai sebelum memakai make up. “Diolesi biasa ke wajah,” kata Citra.

Dia menambahkan bahwa serum ini bisa menghilangkan kerutan.

Proses pembuatannya dengan mencuci tulangnya bersih dan rendam dalam HCl selama 36 jam. Kemudian diekstrasi dengan oven. Tulang ikan nila sebagaimana ikan lain memiliki kolagen yang bisa buat serum.

Citra menjelaskan ada dua tipe kolagen yakni tipe A bisa diperoleh dari babi dan ikan, termasuk ikan nila. Sedangkan ujicobanya, timnya membuat 27 sampel.

Baca Juga :  Racana UNISRI Gelar Milad ke Tujuh, Undang Sejumlah Perguruan Tinggi di Jateng dan Jogja

Penuaan karena kerutan biasanya mulai muncul di usia 20 tahunan. Hal ini karena kulit terpapar matahari langsung.

Penelitian ini, lanjutnya, dilakukan bersama dua teman yakni Kohita Rahma Perdana dan Indira Hatmanti Puspitasari dengan dosen pembimbing Oktavia Eka MSc Apt.

www.tribunnews.com

Loading...