loading...

Dok Suharno

SOLO – Paguyuban Pemegang Saham dan Komisaris (Pesakom)  Soloraya, berkomitmen tingkatkan profesionalisme dewan komisaris, dewan pengawas dan pemegang saham BPR/BPRS di wilayah Soloraya dengan menyelenggarakan workshop Penyusunan Laporan Pengawasan BPR/BPRS, bertempat di Swiss Bellinn Hotel, Selasa, (28/8/2018).

Ketua Pesakom Soloraya, Wymbo Widjaksono, dalam sambutannya di hadapan 100 peserta workshop, mengajak kepada dewan komisaris, dewan pengawas dan  pemegang saham pengendali BPR untuk terus meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengelola BPR/BPRS.

Salah satunya adalah mampu menyusun laporan pengawasan rencana bisnis BPR/BPRS sesuai degan peraturan POJK yang berlaku.

Tampil sebagai fasilitator workshop, Direktur Amalia Consulting, Suharno. Dalam paparannya, mengingatkan komisaris dan dewan pengawas memiliki tugas pengawasan terhadap tata kelola, manajemen resiko, kepatuhan, pengendalian interen, audit interen, pelaksanaan APU PPT, tehnologi informasi dan rencana bisnis BPR.

” Kedelapan tugas pengawasan tersebut setiap semester harus dilaporkan kepada OJK. Dua bulan setelah tutup buku. Laporan semester pertama paling lambat akhir Agustus dan laporan semester kedua paling lambat akhir Pebuari,” papar Suharno yang juga komisaris PT BPR Gajah Mungkur sebagaimana rilis yang dikirimkan ke Joglosemarnews.

Lebih lanjut, Suharno, memberikan contoh-contoh praktis penyusunan laporan pengawas rencana bisnis yang sesuai dengan aturan OJK.

Loading...

“Tidak ada aturan baku dalam penyusunan laporan pengawasan rencana bisnis BPR. OJK hanya memberikan kisi-kisi saja, laporan harus menggunakan kajian kuantitatif  kualitatif ” pungkas Suharno. #Suhamdani

Loading...