loading...


Ilustrasi ratusan anggota komunitas Orang Indonesia (Oi) berbagai daerah bersama anggota DPRD, Polsek, Koramil dan warga saat menggelar aksi peduli Bengawan Solo dengan menanam pohon dan membersihkan sampah di Bantaran Bengawan Solo Desa Tenggak, Sidoharjo, Minggu (5/8/2018). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mencanangkan semua masyarakat untuk peduli dan memungut sampah di sekitarnya secara serentak pada 15 September mendatang. Aksi itu sebagai tindaklanjut komitmen peduli sampah yang digandeng bersama tim World Cleanup Day (WCD).

Komunitas dunia yang peduli sampah itu  ingin mengajak Pemkab Karanganyar dan masyarakat untuk memungut sampah di Sungai Samin, Desa Matesih, Kecamatan Matesih.

“Saya minta jajaran terkait untuk berkoordinasi dan ada gerakkan untuk memungut sampah. Saya berharap bisa diikuti di seluruh kecamatan di Karanganyar untuk mengambil sampah di titik-titik yang terdapat tumpukan sampah,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat audiensi dengan komunitas peduli lingkungan WCD di Ruang Podang.

Bupati menambahkan Karanganyar sejak awal sudah peduli terhadap sampah. Tentu, dengan ajakan dari WCD bakal difasilitasi agar masyarakat peduli terhadap sampah. Mengenai kali Samin, bupati berharap ada pengecekaan secara langsung di lapangan. Pasalnya, ada titik-titik lain juga terdapat sampah. “Yang jelas kita bukan alat dari negera lain, kita mandiri dan sangat peduli terhadap sampah. Pemerintah tidak tinggal diam, akan mengatur dan memobilisasi agar dilakukan gerakan memungut sampah,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kades Diminta Libatkan Warga Dalam Proyek Desa. Bupati: Biar Yang Nganggur Bisa Terbantu!

Lebih jauh, Bupati mengharapkan anak sekolah turut dilibatkan pada tanggal 15 September tersebut. Anak sekolah yang berada di  jalan lawu digerakkan untuk membersihkan trotoar atau jalan dari tumpukan sampah.  Dengan harapan, orang yang melihat akan tergerak untuk tidak membuang sampah sembarangan dan semuanya ikut peduli.

“Saya berharap gerakan ini bisa diikuti semua kecamatan dan kelurahan atau desa untuk mengambil sampah. Kerja bakti dan fokus untuk memungut sampah,” imbuhnya.

Sementara Team Leader WCD Karanganyar, Marlina Pratiwi mengatakan gerakan memungut sampah pada tanggal 15 September ini adalah upaya dari masyarakat dunia untuk peduli sampah. WCS adalah gerakan bersih-bersih yang dilaksanakan serentak dalam kurun waktu bersamaan di seluruh dunia. Gerakan WCD ini diprakarsai oleh Lets Do It World di Istonia tahun 2008.

Baca Juga :  Gagal Total di Porprov, Ketua KONI Karanganyar Minta Maaf. Bupati: Introspeksi Bagi Semua! 

“Persoalan sampah dari hari ke hari semakin menggunung jika tidak ada kepedulian maka akan menganggu kesehatan. Masyarakat Istonia ingin mengajak semuanya untuk menggerakan dan memungut sampah,” papar Marlina.

Dia menambahkan kedatangan ke Pemkab Karanganyar meminta dukungan, bantuan dan menggerakkan semua elemen masyarakat untuk peduli sampah. Sebab komunitas WCD tidak mempunyai kekuatan untuk mengajak seluruh masyarakat sehingga pihaknya menggandeng pemkab.

“Kami telah mendapat dukungan penuh dari Gubernur Jawa Tengah, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kemenpora. Saya berharap karanganyar  juga ikut tergerak untuk membersihkan sampah,” tandas Marlina.

Baca Juga :  Karanganyar Raih 2 Penghargaan KIP. Gubernur Ganjar: Terbuka Itu Terhormat! 

Mengenai di Kali Samin yang dijadikan sentra dibersihkan sampah, menurut Marlina pinginya sudah melakukan pengecekaan. Bukan hanya sampah, akan tetapi beberapa batang pohon yang tumbang juga membuat air menjadi tidak lancar. Air sungai tersebut dipergunakan warga untuk mencuci, mandi dan mengairi sawah. Jika airnya tidak sehat, maka kesehatan penduduk juga bakal terancam. Wardoyo

Loading...