loading...


Koordinator peserta seleksi Perdes Sragen saat menunjukkan surat aduan dugaan skandal kecurangan seleksi Perdes Sragen yang dikirim via Kantor Pos Sragen untuk Presiden Jokowi, Rabu (19/9/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Perwakilan peserta seleksi perangkat desa (Perdes) Sragen memenuhi janjinya untuk berkirim surat aduan ke Presiden RI, Joko Widodo. Surat tertulis tersebut dikirim via Kantor Pos Sragen, Rabu (19/9/2018).

Surat aduan dugaan kecurangan,  manipulasi serta permainan sogokan dalam seleksi Perdes di 192 desa di Sragen itu dikirimkan oleh koordinator peserta, Yudi Ananda dan sejumlah perwakilan peserta.

Mereka datang ke Kantor Pos Pusat di Sragen Kota pukul 12.00 WIB. Surat aduan itu dikirim dalam stopmap coklat ditujukan ke Presiden Jokowi di Istana Negara Jalan Kebon Sirih, Jakarta.

Kepada wartawan, Yudi mengungkapkan surat aduan itu dikirimkan ke Presiden dengan disertai lampiran bukti-bukti kecurangan serta permainan dalam seleksi Perdes Sragen yang digelar serentak medio Agustus lalu.

“Termasuk kami sertakan pula rekaman dan bukti otentik soal permintaan uang sogokan serta perintah pengumpulan uang melalui oknum Kades yang ditunjuk sebagai koordinator. Lalu juga aliran uangnya diserahkan ke siapa juga jelas di rekaman itu,” ujar Yudi ditemui di Kantor Pos Sragen.

Baca Juga :  Terungkap, Identitas Pemotor Yang Tewas Tergilas Pikap di Mungkung Berasal dari Sleman. Sopir Ugal-ugalan Berasal dari Kedawung 

Ia berharap surat aduan itu bisa sampai ke Presiden dan bisa menjadikan perhatian. Mewakili para peserta seleksi Perdes, ia sangat berharap Presiden bisa turun tangan untuk menindaklanjuti dugaan kecurangan dan indikasi praktik sogokan secara massif yang terjadi pada seleksi Perdes di Sragen.

“Harapan kami ada perhatian dari Pak Presiden terhadap kasus ini. Sebab kalau dibiarkan, akan menjadi preseden buruk bagi penegakan keadilan. Karena banyak peserta dan masyarakat mengetahui memang ada permainan tingkay tinggi dalam seleksi Perdes kemarin yang melibatkan elit dan sejumlah pihak tertentu. Makanya kalau tidak dibongkar, selamanya Sragen akan terus dibelenggu praktik manipulasi dan sogokan setiap kali ada rekrutmen tenaga yang menyangkut pemerintahan,” terangnya.

Baca Juga :  Geger Bunuh Diri di Gondang Sragen. Tak Tahan Kahanan, Warga Kaliwedi Nekat Gantung Diri di Kuburan 

Langkah berkirim surat ke Presiden itu juga sebagai tindaklanjut hasil kesepakatan perwakilan peserta seleksi dari 20 kecamatan yang sudah berkumpul sepekan silam untuk mencari keadilan.

“Kami juga sudah membentuk koodinator lapangan di setiap kecamatan dan desa. Dan per kecamatan sudah terbentuk. Insyallah kami tetap kompak dan akan terus berjuang menuntut keadilan. Sejak awal kami menuntut kecurangan diusut tuntas, siapa aktor intelektual ditangkap dan dilakukan ujian ulang,” terangnya.

Yudi menambahkan aduan ke Presiden itu menjadi atlernatif dari berbagai upaya yang sudah ditempuh. Di antaranya laporan ke Polres, Polda, Bareskrim Polri hingga ke KPK.

“Kami juga sedang berkoordinasi menyiapkan LBH untuk mengajukan gugatan PTUN,” tukasnya.

Terpisah, Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman memastikan sudah ada satu aduan yang dinaikkan ke penyidikan. Saat ini satu berkas itu masih menunggu finalisasi dan pematangan penerapan pasal untuk calon tersangkanya.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Mungkung Sragen. Pikap Ugal-ugalan Gilas Pemotor Hingga Tewas Mengenaskan  

Sedangkan untuk aduan dan laporan lain yang jumlah totalnya 21, masih dalam proses penyelidikan di tingkat penyidik.

“Untuk yang sudah kita naikkan penyidikan, tinggal menunggu penetapan saja sebentar lagi. Kita tidak grusa-grusu karena ingin membongkar dan tuntaskan satu persatu. Tapi semua tetap mengacu SOP penanganan,” tandasnya. Wardoyo

Loading...