JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Teror Kekerasan Terhadap Seniman di Sragen. Tak Hanya MC Dipukuli, Penyanyi Campursari Juga Kena Pukul dan Diremas Pantatnya Oleh Penjoget

Ilustrasi pentas organ tunggal di Sragen. Foto/Wardoyo
Ilustrasi pentas organ tunggal di Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Kecaman terhadap kekerasan terhadap terus disuarakan. Sebab, selama ini, para seniman sudah sering mengalami beberapa kali perlakuan yang mengancam kenyamanan hingga menjadi sasaran kekerasan berbagai bentuk ketika bekerja di lapangan.

Ketua Dewan Kesenian Daerah Sragen (DKDS), Singgih Windarto mengungkapkan aksi pemukulan seorang master ceremony (MC) campursari saat tampil di hajatan salah satu warga di Jatisumo, Sambungmacan pekan lalu, hanya satu dari rentetan kasus serupa yang sudah menimpa sejumlah seniman.

Seingatnya, beberapa hari sebelumnya, insiden kekerasan serupa juga dialami pekerja seni saat manggung di sebuah desa di Kecamatan Masaran. Tak hanya kekerasan fisik, sejumlah seniman dan pekerja seni juga kerap mengalami ancaman jika tak menuruti keinginan pengunjung.

Baca Juga :  Mbah Samiyem Jadi Korban Tewas ke- 20 yang Kesetrum Jebakan Tikus di Sragen. Berikut Daftar Lengkapnya!

“Itu hanya beberapa contoh saja. Dan selama ini banyak perlakuan tak mengenakkan yang dialami seniman. Yang ancaman, pemukulan, dicegat di jalan ktu sudah sering dialami teman-teman seniman di lapangan. Makanya kami sudah sepakat untuk membuat 7 poin kesepakatan yang sudah kami sampaikan ke Pak Kapolres. Harapan kami, aturan ditegakkan. Kami hanya ingin kenyamanan dan keselamatan dalam bekerja,” paparnya Selasa (18/9/2018).

Singgih menyampaikan perlakuan tak mengenakkan itu sangat riskan dialami oleh seniman di semua lini mulai dari penyanyi campursari, MC, hingga kru atau pemain musiknya.

Karenanya, adanya penegakan izin durasi hiburan dan penegakan sanksi Perda Miras diharapkan bisa menekan pelanggaran dan perlakuan yang bisa mengancam para seniman.

Baca Juga :  Innalillahi, 25 Guru dan 21 PNS di Sragen Meninggal Dunia Terpapar Ganasnya Covid-19. Simak Pesan Menyentuh Bupati Saat HUT PGRI dan Korpri

Kasus kekerasan terhadap seniman juga diungkapkan oleh Ketua Pinastika (Paguyuban Organ Tunggal dan Campursari Sukowati), Antok Sriyanto.

Ia menyampaikan insiden pemukulan MC Jumbadi di Jatisumo, Sambungmacan pekan lalu bukan kali pertama dialami seniman. Dalam catatannya, bahkan di Sambungmacan pula sebelumnya juga terjadi kasus pelecehan seksual dan kekerasan yang menimpa seorang penyanyi campursari.

Ia menceritakan insiden memprihatinkan itu terjadi ketika seorang penyanyi campursari mendadak diremas pantatnya oleh penjoget yang diduga dalam pengaruh miras. Karena merasa dilecehkan, penyanyi itu kemudian memutuskan mundur dan menolak melanjutkan menyanyi.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua