loading...


Tim Inafis Polres dan Polsek Tangen saat mengevakuasi jasad nenek di Jenar yang ditemukan gantung diri, Minggu (9/9/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Misteri aksi bunuh diri yang dilakukan Mbah Paniyem (75) warga di Dukuh Towo RT 14, Desa Denanyar, Tangen, Senin (10/9/2018) pagi akhirnya terungkap. Dari hasil olah TKP dan keterangan warga mengungkap bahwa aksi bunuh diri dengan gantung diri itu dipicu oleh keadaan.

“Kondisi korban sudah tua dan hidup sebatang kara. Nggak ada kerabatnya, jauh semua. Dia juga sudah sakit-sakitan,” papar Kapolsek Tangen, AKP Sartu, Selasa (11/9/2018).

Kapolsek menuturkan kondisi kesehatan korban memang sudah lama didera sakit. Kondisi itulah yang diduga memicu rasa depresi hingga kemudian memicu jalan pintas mengakhiri hidup secara tragis.

“Mungkin karena kahanan itu yang membuat korban seperti itu,” jelasnya.

Baca Juga :  HUT RSUD Sragen, Kyai Pesan Direktur dan Karyawan Tak Saling Iri. Kini Punya 42 Bed Untuk Cuci Darah 

Mbah Paniyem ditemukan gantung diri di pohon mangga di depan rumah korban.

Insiden itu diketahui sekitar pukul 06.00 WIB. Jasad korban kali pertama ditemukan oleh Nurvita Dewi (20) warga Dukuh Towo RT 14, tetangga dekat korban.

Pagi itu, Vita mendadak dikejutkan dengan kondisi Mbah Paniyem yang sudah meregang nyawa dalam posisi menggantung di pohon mangga. Sontak ia langsung berteriak histeris memonta tolong warga lain.

Dalam sekejap, lokasi kejadian dipadati warga yang penasaran. Tak lama berselang, tim Polsek Tangen dipimpin Kapolsek dan tim Inafis Polres tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi dan olah TKP.

Baca Juga :  Kasus Oknum Dokter Galak di Puskesmas, DPRD Sragen Desak DKK Segera Turun Tangan. Sebut Dokter Galak Sudah Langgar 2 Sumpah! 

Jasad nenek malang itu kemudian diturunkan dan dilepaskan dari tali gantungan yang melilit di leher. Jasad korban kemudian dilakukan identifikasi dan visum oleh petugas.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Tangen, AKP Sartu membenarkan kejadian itu. Menurutnya dari pemeriksanaan bersama unit kesehatan dari Puskesmas Tangen, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

Menurutnya, kejadian tersebut merupakan murni bunuh diri dengan cara gantung diri.

“Tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban dan korban meninggal dunia murni akibat gantung diri,” papar AKP Sartu.

Selanjutnya pihak keluarga keberatan jika jenazah korban di otopsi lebih lanjut. Menurut Ruboko (52) Kepala desa Denanayar, pihak kerabat sudah menerima sebagai musibah dan menghendaki agar jenasah segera dimakamkan. Sementara penyebab aksi gantung diri itu kini masih dalam penyelidikan. Wardoyo

Baca Juga :  Hari Antikorupsi Sedunia, Kapolres Sragen Serukan Suap dan Pungli Termasuk Korupsi. Masyarakat Diminta Proaktif!  

 

Loading...