JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Terungkap. Uang Kuno Gunan Slogohimo Berasal Dari Dinasti Song dan Kerajaan Xia Barat Tiongkok

Uang koin kuno yang ditemukan di Desa Gunan Kecamatan Slogohimo, Wonogiri.
Uang koin kuno yang ditemukan di Desa Gunan Kecamatan Slogohimo, Wonogiri.

WONOGIRI-Teka-teki penemuan ribuan koin kuno di Dusun Bulak Wetan RT 2 RW 4 Desa Gunan, Kecamatan Slogohimo, Wonogiri, terjawab sudah. Uang itu diperkirakan berasal dari Dinasti Song dan Kerajaan Xia Barat di Tiongkok sekitar abad X-XII.

Kenyataan itu diketahui setelah Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng melakukan pemeriksaan terhadap sampel koin.

Kepala BPCB Jateng Sukronedi melalui Kepala Unit Candi Sewu Deny Wahju Hidajat mengungkapkan, koin-koin tersebut merupakan mata uang dari Tiongkok lama dan berfungsi sebagai alat tukar dalam perniagaan. Bahannya terbuat dari perunggu.

“Berdasarkan pertanggalan relatif dan tulisan yang tertera di salah satu sisi koin, koin-koin tersebut berasal dari rentang Abad X-XII Masehi,” kata dia, Senin (17/9/2018).

Dia menerangkan, kerajaan Xia Barat memerintah dari 1032-1227 Masehi, menguasai wilayah Tiongkok bagian barat laut yang saat ini meliputi Provinsi Ningxia, Gansu, Qinghai Timur, Shaanxi Utara, Xinjiang Timur Laut, dan sebagian Selatan. Kerajaan Xia Barat selanjutnya dihancurkan oleh bangsa Mongol.

Baca Juga :  Permasalahan Kata Nyawiji di Tagline Josss dan Harjo, Begini Komentar Kedua Paslon

Sedangkan Dinasti Song memerintah di Tiongkok antara tahun 960-1279 Masehi. Dinasti ini menggantikan periode Lima Dinasti dan Sepuluh Negara. Dinasti Song dibagi menjadi dua periode berbeda, Song Utara dan Song Selatan. Ibukota Song Utara di kota Bianjing (sekarang Kaifeng). Dinasti itu mengontrol kebanyakan daerah Tiongkok dalam (daerah mayoritas suku Han). Kerajaan Song Utara runtuh setelah ibu kotanya jatuh ke bangsa Mongol pada 20 Maret 1127 Masehi.

Tm BPCB Jateng sebelumnya meninjau lokasi penemuan di Desa Gunan, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, 7 September lalu. Pihaknya mengambil 48 keping koin sebagai sampel. Diameter koin berkisar 2,3–2,5 sentimeter dengan ketebalan 1 milimeter dan memiliki lubang berbentuk persegi di bagian tengah.

Baca Juga :  Kuliner Unik, Begini Lho Cara Membuat Oseng Jambu Mete Maupun Botok Mete Khas Wonogiri, Dijamin Lezat dan Tidak Sepet, Tersedia di Warung Tesi

Koin-koin tersebut dapat diidentifikasi berdasarkan pertanggalan relatif dari aksara yang tertera. Meskipun telah mengalami korosi dan patinasi, beberapa tulisan masih dapat diidentifikasi.

Pihaknya merekomendasikan agar koin yang ditemukan itu dibersihkan dan ditimbang untuk menilai kompensasi temuan Cagar Budaya. Pemberian kompensasi dapat dilaksanakan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri. Sebagian koin dapat dirawat oleh Disdikbud Wonogiri sebagai koleksi dan selebihnya dapat diserahkan kepada penemu. BPCB Jateng dapat memberikan piagam penghargaan sebagai salah satu bentuk penghargaan kepada penemu

Seperti diberitakan sebelumnya, ribuan koin kuno ditemukan oleh Sugiono, warga Dusun Bulak Wetan RT 2 RW 4 Desa Gunan, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, 30 Agustus lalu. Dia mengetahui keberadaan koin itu saat mengairi sawahnya. Aris Arianto