JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

60 Warga Karanganyar Korban Gempa Palu Butuh Sekolah. Bupati Minta Difasilitasi

loading...
Loading...
Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menerima kedatangan 6 warga yang pulang dan selamat dari musibah Palu. Foto/Istimewa

 

KARANGANYAR- Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,  membantu sepenuhnya pendidikan warga korban gempa dan tsunami di Palu yang saat ini telah pulang ke kampung halaman di Karanganyar.

Hal tersebut dikatakan bupati Karanganyar, Juliyatmono Jumat (12/10/2018). Menurut bupati, bagi keluarga korban yang ingin sekolah di Karanganyar, pemkab akan membantu.

“Para korban yang masih usia sekolah, tentunya akan tetap kita bantu. Jangan sampai pendidikan mereka terganggu,” kata bupati.

Baca Juga :  UMK Karanganyar 2020 Tetap Rp 1.989.000. Buruh Kecewa Tapi Tak Berdaya, Bupati Akan Turunkan Tim Teknis

Disisi lain, Ketua Komisi D DPRD Karanganyar, Endang Muryani mengatakan, pemulihan kondisi psikologis paska gempa terhadap warga karanganyar yang menjadi korban, harus menjadi perhatian utama Pemkab Karanganyar.

“Pemulihan kondisi traumatik paska gempa para korban ini, harus diperhatikan. Pendampingan terhadap para korban mutkak diperlukan. Kita semua berharap, kondisi mereka dalam kondisi stabil,” kata Endang melalui telepon selularnya.

Mengenai pendidikan bagi korban yang masih usia sekolah, Endang menyatakan, Dinas Pendidikan harus segera menyiapkan pendidikan yang layak.

Baca Juga :  Rumah 29.725 Keluarga di Karanganyar Ditempeli Stiker Miskin. Yang Sudah Tidak Miskin Diminta Menghubungi Petugas! 

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Tarsa mengungkapkan telah memberikan bantuan  kepada keluarga korban gempa Palu yang masih berada di usia sekolah. Bantuan tersebut berupa buku dan seragam sekolah.

“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan bekerja sama dengan PGRI. Ada sekitar 60  yang membutuhkan sekolah. Mereka akan dicarikan sekolah di Karanganyar. Siswa tidak perlu khawatir mengenai  administrasi perpindahan sekolah jika dokumen di sekolah awal belum ditemukan. Pendidikan tidak boleh mandeg,” ujarnya. Wardoyo

Loading...