JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Apel Bhineka Tunggal Ika, Bupati Karanganyar Serukan Pemuda Harus Sebarkan Berita Anti Kebohongan!

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan orasi. Foto/Humas Kab
Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan orasi. Foto/Humas Kab

KARANGANYAR- Memperingati hari Sumpah Pemuda, siswa-siswi yang tergabung dalam Pemuda Pemudi Colomadu bekerjasama dengan Forum Pimpinan Kecamatan Colomadu menggelar apel barisan Bhinneka Tunggal Ika. Dalam kegiatan ini para generasi muda diharapkan mampu tetap menjaga persatuan serta optimis menatap masa depan.

Apel barisan Bhinneka Tunggal Ika digelar di De Tjolomadoe, Senin (29/10/2018). Sebelum apel berlangsung para pelajar se-Colomadu menggelar pagar merah putih dengan membawa bendera merah putih dari tugu Mahkutoromo hingga perempatan lalu lintas Ngasem.

Baca Juga :  Raperda Pemakaman di Karanganyar,  Fraksi PKS Minta Ada Pengaturan Pengawalan Jenazah, FPKB Minta Retribusi dan Layanan Diatur Lebih Jelas!

Tampil sebagai pembina apel besar barisan Bhinneka Tunggal Ika adalah Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Dalam sambutannya Bupati mengapresiasi gelaran apel barisan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya sebagai generasi muda menjadi kewajiban untuk tetap merawat dan melestarikan persatuan dan kesatuan yang telah diwariskan para pendahulu.

“Generasi bangsa terdiri dari berbagai suku dan etnis. Kita harus jaga keberagaman ini,” serunya.

Bupati menambahkan sebagai generasi muda, para kaum milenial ini harus tetap menjadi pribadi santun. Para generasi muda juga harus menyebarkan berita anti kebohongan serta menghargai para senior atau sesepuh. Karena dari merekalah spirit kepemudaan muncul.

Baca Juga :  Sangat Terpukul, Suami Yulia Korban Pembunuhan dan Dibakar Dalam Mobil, Sampai Bilang Maaf Tidak Tidak!

“Pemuda merupakan harapan bangsa di masa depan. Karena kaum milenial harus menjadi generasi optimis menatap masa depan,”katanya.

Apel barisan Bhinneka Tunggal Ika sendiri mengusung tema dari Karanganyar untuk NKRI. Kegiatan ini bertujuan menggelorakan kembali semangat Sumpah Pemuda, bahwa perbedaan bukan untuk dipertentangkan namun perbedaan adalah modal untuk memperkokoh NKRI. Wardoyo