loading...
Loading...
Salah satu rumah kos-kosan yang dihuni para LC di Sragen Kota saat digeledah Satpol PP, Kamis (18/10/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Belasan ladies companion (LC) atau yang lebih dikenal pemandu karaoke terjaring operasi yustisia yang digelar Satpol PP Sragen, Kamis (18/10/2018). Mereka tertangkap tak bisa menunjukkan identitas diri atau kartu tanda penduduk (KTP).

Belasan LC itu terjaring dalam razia yang digelar di sembilan titik rumah kos-kosan di wilayah Sragen Kota. Kepala Dinas Satpol PP Sragen, Tasripin mengungkapkan ada 9 lokasi kos-kosan yang dirazia. Hasilnya dari 65 penghuni kos-kosan yang diperiksa, ada 12 yang kedapatan tidak bisa menunjukkan KTP.

“Yang belum punya E-KTP ada 4 orang. Yang tidak bisa menunjukkan KTP ada 12 orang,” papar Tasripin ditemui usai razia, Kamis (18/10/2018).

Dari 65 penghuni kos yang digeledah, mayoritas berjenis kelamin perempuan. Mayoritas di antaranya diketahui berprofesi sebagai LC atau pemandu karaoke.

Baca Juga :  Semua Anggota DPRD dari PDIP Sragen Diminta Mendaftar jadi Bakal Calon di Pilkada 2020, Kecuali 2 Nama Ini!

Dari asalnya, mereka terdeteksi datang dari berbagai daerah luar Sragen. Mulai dari Jatim, Pantura dan beberapa daerah sekitar Sragen. Sembilan titik kos yang diperiksa diantaranya di Mojo, Kuwung, Sragen Dok.

Tak hanya LC, ada juga pengjuni kos yang mengaku ngekos karena tak cocok dengan orangtuanya.

“Alasan waktu ditanya belum bisa menunjukkan KTP karena belum sempat. Tadi kita data dan kita berikan pengarahan segera mengurus,” terangnya.

Tasripin menambahkan operasi yustisia digelar untuk mengeliminasi praktik prostitusi terselubung, kumpul kebo dan meningkatkan ketaatan administrasi.

Sekdin Satpol PP, Darmawan menambahkan dari puluhan yang diperiksa, tidak ditemukan penghuni yang mencurigakan. Menurutnya operasi serupa akan terus dan rutin digelar sebagai bagian peningkatan ketataan tertib administrasi kependudukan.

Baca Juga :  Kondisi Dunia Usaha Makin Lesu, Pimpinan Pabrik Tekstil di Sragen Ini Ungkit Kebijakan Penyelamatan Era Presiden Soeharto 

“Rata-rata profesinya pemandu karaoke.Hari Senin besok mereka kira panggil. Kita minta segeraa mengurus KTP. Sementara memang sifatnya pembinaan dulu, belum ada sanksi. Nanti tinggal melihat apakah mereka sudah mau mengurus atau belum,” tukasnya. Wardoyo

 

Loading...