loading...
Loading...
Seorang pembeli memilih tikus putih di peternakan di Wonogiri.

WONOGIRI-Sebagian masyarakat masih memandang tikus sebagai binatang kotor pembawa penyakit. Namun di tangan Kapten (purn) Ahmad Marsono, tikus-tikus itu justru dibudidayakan. Hasilnya, jutaan rupiah bisa diraup setiap bulannya.

Pemilik usaha budidaya tikus putih itu, Kapten (purn)Ahmad Marsono menyebut tidak mau hanya mengandalkan gaji sebagai purnawirawan TNI. Di rumahnya, warga Lingkungan Kajen RT 3 RW 10, Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri ini, dia membudidayakan tikus putih dan tikus got.

Sebelumnya dia memelihara aneka hewan penghasil uang. Diantaranya ayam dan lele.

“Saya terbiasa tidak mau hanya berdiam diri di rumah setelah pulang kerja. Saya selalu berusaha mencari kesibukan membuat usaha sampingan di rumah,” ujar dia, Selasa (23/10/2018).

Baca Juga :  Bikin Jamban, Pramuka SMA Negeri 2 Wonogiri Bersama Koramil Wuryantoro di Dusun Sidomulyo Desa Gumiwang Lor Wuryantoro Wonogiri

Dia membeberkan, kandang tikus yang dibangun di pekarangan belakang rumahnya, bisa menampung 600 induk tikus dan ribuan anak tikus berbagai ukuran. Tikus-tikus yang sangat jinak tersebut, diletakkan dalam kandang model bak-bak plastik dan bak-bak semen yang ditutup dengan kawat besi.

Tikus putih hasil budidayanya biasanya dibeli kelompok akademisi yang mengambil jurusan Biologi dan Kedokteran untuk bahan penelitian. Diantaranya di sejumlah universitas di Yogjakarta. Sekian itu, pembelian juga datang dari komunitas penyayang reptil.

Menurut dia, teknik budidaya tikus tersebut, ternyata sangat mudah. Induk tikus yang terlihat hamil atau bunting, dipisahkan dari koloninya dan diletakkan dalam bak plastik. Sekitar dua minggu kemudian, induk-induk tikus akan melahirkan anak antara 8 hingga 14 ekor anak tikus sekali melahirkan.

Baca Juga :  Ekspedisi Bakti Pemuda PMK Untuk NKRI, Dibekali Materi Deradikalisasi

Dari gudang budidaya tikus miliknya, bisa menghasilkan antara 600 hingga 700 tikus siap jual dengan harga antara Rp 1.500 hingga Rp 10.000 per ekor.  Khusus induk tikus, Marsono biasa menjual Rp 15.000 per ekor. Dari penjualan tikus ini, Ahmad Marsono menndapatkan hasil rata-rata sebesar 4 juta rupiah setiap bulan.

Menekuni budidaya tikus putih ujar dia yang penting telaten. Setiap pagi dan sore, harus dikontrol sekaligus dipastikan ketersediaan makanan dan minumannya. Kandang harus sering dibersihkan dan diganti sekam sebagai alas kandangnya.

“Kalau dibersihkan, tikusnya harus dikeluarkan dulu. Setelah bersih baru dimasukkan lagi,” ujar bapak enam anak ini. Aris Arianto

Loading...