loading...
Loading...
Penandatanganan berita acara Penutupan Pendidikan, Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Siswa Semata PK TNI AU A-75 di Lapangan Dirgantara disaksikan Inspektur Upacara Dankodiklatau Marsma TNI Andjar Sungkowo SE.M.Si (Han). Foto: istimewa

SOLO– TNI Angkatan Udara menambah kekuatan 500 prajurit Tamtama, sejumlah 500 prajurit tamtama tersebut adalah lulusan Sekolah Pertama Tamtama Prajurit Karier ( Semata PK ) TNI AU angkatan ke-75, Senin ( 29/10/2018) dilantik oleh Komandan Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan Angkatan Udara ( Dankodiklatau ) Marsekal Pertama TNI Andjar Sungkowo, S.E. M.Si (Han) dalam upacara militer di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo.

Para siswa tersebut sebelumnya menempuh pendidikan selama lima bulan di Skadron Pendidikan 404 Lanud Adi Soemarmo, yang saat ini Komandan Skadik 404 dijabat oleh Letnan Kolonel Nav Endra Prasetiawan. Di Skadik 404 inilah para Tamtama TNI AU digembleng, ditempa dari masyarakat sipil menjadi Prajurit TNI Angkatan Udara yang Ksatria, Militan, Loyal, Profesional dan modern.

Seorang mantan siswa Semaba PK TNI AU Angkatan ke-75 menangis bahagia ketika dipeluk orang tuanya seusai mengikuti upacara Penutupan Pendidikan dan Pengambilan Sumpah Semata PK TNI AU A-75 di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo. Foto: istimewa

Selain pendidikan Kemiliteran dan kematraan udara, para siswa selama pendidikan juga dibekali berbagai materi pelajaran seperti HAM, Kewarganegaraan, Pokok-Pokok Ajaran Agama, Sejarah Perjuangan Bangsa, Pancasila, UUD 1945, Ilmu Tehnik Komputer dan lain-lain.

Dalam sambutannya Dankodiklatau Marsma TNI Andjar Sungkowo mengatakan dengan berakhirnya pendidikan semata PK TNI Angkatan Udara Angkatan ke-75 di Lanud Adi Soemarmo ini, tentu merupakan awal pengabdian kepada negara dan bangsa melalui TNI Angkatan Udara.

Dalam menghadapi tugas selanjutnya, Dankodiklatau mengingatkan bahwa, mulai saat ini para mantan siswa telah menjadi bagian dari prajurit TNI Angkatan Udara, dan telah diikat dengan sumpah. Artinya telah mengemban tugas dan tanggung jawab yang tidak ringan sebagai prajurit TNI AU.

“Sumpah yang baru saja saudara ikrarkan, bukanlah sekedar ucapan pelengkap dalam pelaksanaan upacara ini. Namun sumpah yang saudara ucapkan itu merupakan sumpah kepada Tuhan, yang harus saudara patuhi, dalam pelaksanaan tugas dan kehidupan prajurit sehari-hari,” tandas Dankodiklatau.

Diakhir sambutan Dankodiklatau bepesan agar para mantan siswa menjaga diri dari perbuatan tercela, yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, terlebih lagi menjatuhkan citra TNI Angkatan Udara dan TNI pada umumnya. Pegang teguh sapta marga, sumpah prajurit dan delapan wajib TNI, dalam pelaksanaan tugas.

Terpilih sebagai lulusan terbaik dalam pendidikan tersebut adalah Prada Emauel Mali anak seorang petani asal Malaka Tengah yang sejak kecil sudah bercita-cita menjadi TNI dan berharap setelah dewasa bisa menjadi kebanggaan orang tua.

Seusai upacara dilanjutkan dengan acara tambahan yaitu Demo Terbang pesawat Aeromodelling, drama tari kolosal oleh siswa SMP Angkasa, Bela diri militer, TKK (Taktik Kesatuan Kecil) dan HTF ( How to Find The Fighter),Kolone pedang dari siswa Setukpa Skadik 401dan ditutup dengan ucapan selamat dari orang tua atau keluarga kepada para mantan siswa. Triawati PP

Caption foto

 

 

Loading...