loading...
Loading...
ilustrasi/tempo.co

Dapur identik dengan pekerjaan kaum wanita dan terkadang menjadi rutinitas yang membosankan. Namun siapa nyata, dapur dapat menjadi media yang dapat mengharmoniskan hubungan suami isteri?

Studi dari Nation Research 2018 mengungkapkan, salah satu masalah yang membuat perempuan merasa frustrasi dalam pernikahan adalah merasa kurang dihargai oleh suami meski telah menyelesaikan segala urusan rumah tangga, salah satunya di dapur.

Konsultan pernikahan, Indra Noveldy mengatakan, dalam lima bahasa cinta yang ditulis oleh Gary Chapman, cara untuk membuat harmonis keluarga adalah bila suami memberikan kata-kata pujian dan pelayanan. Keduanya bisa dipraktikkan oleh suami saat istri sedang berkutat di dapur. Apresiasi bisa diekspresikan dengan ucapan tulus atau ikut membantu memasak.

Baca Juga :  Menulis Bisa Menjadi Metode Penyembuhan, Ini Caranya

“Jika afirmasi, bilang saja ‘terima kasih, makanannya enak’. Sedangkan pelayanan, tunjukkan lewat tindakan bahwa saya peduli padamu,” kata Indra di Jakarta, Senin (15/10/2018).

Di sisi lain, Indra mengatakan istri juga tidak boleh diam saja bila merasa kurang mendapatkan apresiasi dari sang suami, atau bila ingin berbagi tanggung jawab di dapur dengan pasangan.

Baca Juga :  Menulis Bisa Menjadi Metode Penyembuhan, Ini Caranya

“Komunikasi itu penting,” ujarnya sembari menekankan istri tidak boleh diam seribu bahasa bila memang punya unek-unek.

Jika memang ingin dibantu oleh suami, mulailah meminta tolong agar suami tahu dirinya dibutuhkan di dapur. “Kuncinya adalah memulai hingga akhirnya ada aktivitas di dapur bersama,” katanya.

Satu lagi, istri sebaiknya maklum bila suami yang baru pertama kali membantu di dapur justru menciptakan kerepotan karena sama sekali tidak tahu urusan bumbu dapur sampai alat masak. Sebaiknya suami diajarkan beberapa langkah dasar memasak di dapur sehingga bisa berbagi tanggung jawab dengan istri.

Baca Juga :  Menulis Bisa Menjadi Metode Penyembuhan, Ini Caranya

“Istri kalau mengkritik saat suaminya bantu, nanti suaminya jadi mutung dan tidak mau bantu lagi,” katanya.

Eko Bambang Subiantoro dari lembaga Aliansi Laki-Laki Baru yang memperjuangkan kesetaraan gender mengamini apa kata Indra. “Suami membantu istri untuk mengerjakan kegiatan domestik dapat membuat hubungan lebih harmonis. Suami bisa ikut mengurus hal-hal kecil di dapur,” kata dia.

www.tempo.co

 

Loading...