loading...
Loading...
Aksi demo honorer K2 hari kedua Rabu (31/10/2018) di depan Istana Negara Jakarta. Foto/Wardoyo

JAKARTA- Puluhan ribu honorer K2 dari seluruh Indonesia kembali melanjutkan perjuangan menyampaikan aspirasi dengan demo di depan Istana Negara, Jakarta Rabu (31/10/2018). Aksi itu merupakan kelanjutan dari aksi sehari sebelumnya, Selasa (30/10/2018) yang gagal menemui Presiden Jokowi.

Mereka rela menginap dan tidur di jalan demi bisa menyuarakan tuntutan bertemu Presiden Jokowi.

“Kami tetap bertahan sesuai dengan instruksi ketua. Kita rela menginap dan tidur di jalanan demi bisa menemui Presiden dan menyuarakan aspirasi kami. Tuntutan tetap seperti awal yaitu diangkat PNS tanpa batasan usia, menolak P3K dan segera disahkan Revisi UU ASN. Ini aksi masih berlangsung. Tuntutannya diangkat PNS harga mati,” ujar Koordinator K2 Sragen, Uut Haryanto, Rabu (31/10/2018).

Baca Juga :  Menkes Terawan Siapkan RSUD NTB untuk Medical Tourism

Walaupun massanya tidak sebanyak aksi 30 Oktober, honorer K2 yang tersisa terus bersemangat melanjutkan aksinya. Dibawah komando Ketua FHK2I pusat, Titi Purwaningsih dan Koordinator Aksi, Nurbaiti, puluhan ribu honorer K2 dari seluruh Indonesia tetap bertahan.

Masing-masing koordinator bergantian menyampaikan orasi menyuarakan tuntutan mereka.

“Tidak akan berhenti kami berjuang sebelum hasilnya diraih,” kata Ketum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih Selasa (30/10/2018).

Baca Juga :  Rapat Partai di Kantor Kementerian, Luhut Panjaitan Disentil Ma'ruf Amin

Menurutnya tuntutan utama aksi ini tetap bertemu dengan Presiden Jokowi. Kemudian aspirasi utamanya menuntut diangkat PNS, menolak pengangkatan P3K dan secepatnya menyelesaikan draft UU ASN. (Wardoyo/*)

 

Loading...