loading...
Loading...
Klasemen akhir perolehan medali Porprov Jateng 2018 untuk kabupaten/kota di eks Karesidenan Surakarta. Foto/istimewa

KARANGANYAR- Pretasi buruk yang diraih kontingen Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Karanganyar berbuntut panjang. Karanganyar yang terpuruk dan gagal meraih target, dinilai kado pahit jelang HUT Karanganyar.

Ketua KONI yang dianggap paling bertanggungjawab, didesak untuk mundur dari jabatannya. Desakan itu disampaikan Koordinator Masyarakat handarbeni Karanganyar (Mahaka), Kiswadi Agus. Ia mengatakan terpuruknya prestasi olah raga di Porprov .erupakan wujud  ketidak mampuan KONI dalam membina olah raga sehingga gagal di Porprov Jawa Tengah.

Menurutnya, jika melihat anggaran yag dikeluarkan untuk pembinaan olah raga di Karanganyar yang mencapai Rp 2,9 miliar, ditambah lagi di anggaran perubahan, sangat tidak sebanding dengan prestasi yang dicapai.

“ Dengan anggaran besar, seharusnya  dapat melakukan persiapan dengan matang,  dengan mencari bibit unggul di masing-masing cabang olah raga, yakin berhasil. Hal ini kan tidak dilakukan oleh KONI,” kata Agus, Selasa (30/10/2018).

Baca Juga :  Awas, Rumah Warga Miskin Penerima Bansos di Karanganyar Bakal Dipasangi Stiker Khusus. Yang Mengaku Miskin, Siap-siap Ketahuan! 

Di ajang olah raga se Jawa tengah yang baru berlangsung di Solo dan berakhir 25 Oktober 2018, kontingen Karanganyar gagal total. Alih-alih meningkatkan ranking, kontingen Bumi Intanpari justru terpental jauh ke posisi 29 dari 35 se-Jateng.

Gagal .embawa pulang 13 emas sesuai dengan target, Karanganyar hanya menempati posisi 29, dengan meraih 4 emas, 9 perak dan 21 perunggu. Padahal dal Porprov yang sebelumnya berlangsung di Banyumas, Karanganayar menempati posisi ke 14 dengan meraih 14 medali emas.

Agus juga mengungkapkan, dalam menghadapi Porprov, KONI tidak melakukan training center (TC)  bagi para atlit yang akan berlaga membela Karanganyar. Padahal, menurut Agus,  TC itu sangat penting untuk mendisiplinkan atlit  untuk meraih target yang ditentukan.

Baca Juga :  Pemkab Karanganyar Wajibkan Semua PNS Kenakan Seragam Hancinco dan Kebaya. Berikut Aturan Lengkapnya! 

“ Bagaimana mau berhasil. Persiapan saja tidak matang. Karena ini kegagalan, saya minta ketua KONI mengundurkan diri saja dan meminta maaf kepada masyarakat karena kegagalan prestasi olah raga di ajang Porprov.Mengundurkan diri jauh lebih elegan, ini  sangat memalukan. Ini kado yang sangat pahit menjelang HUT Karanganyar,” tandasnya.

Sementara itu, melalui telepon selularnya, ketua KONI Karanganyar,  Suprapto, mengakui kegagalan kontingen bumi Intanpari di ajang Porprov. Namun, menurutnya, jika dilihat proses dari awal, atlit karangaanyar dari berbagai cabang olah raga yang dipertandingkan, sebanyak 34 atlit melaju ke semifinal. Dari 34 atlit tersebut, 13 atlit melaju ke final.

Baca Juga :  Kisah Pilu Derita Pasangan Maryadi-Harnita Asal Tawangmangu Gerakkan Empati Sejumlah Kalangan Untuk Membantu. Kondisi Harnita Bikin Trenyuh!  

“ Faktanya memang kita gagal memenuhi target. Tapi kalau melihat proses awalnya, target perolehan tiga belas emas, tidak terlalu jauh. Kami sudah berusaha maksimal,” kata dia, Selasa (30/10/2018).

Suprapto juga mengakui, TC  secara terpusat, tidak dilakukan KONI dalam menghadapi Porprov. Hanaya saja, masing-masing cabag olah raga melakukan TC sendiri, dibawah pemantauan KONI.

“ Kami tidak melakukan TC secara terpusat, namun kami serahkan ke masing-masig cabang olah raga, tapi tetap kami pantau,” ujarnya.

Mengenai anggaran sebesar Rp2,9 miliar untuk pembinaan olah raga di Karanganyar, Suprapto menjelaskan, jika anggaran tersebut bukan hanya untuk porprov, tappi untuk pembinaan olahraga secara keseluruhan di Karanganyar, juga untuk bonus bag atlit yang meraih medali, baik emas, perak maupun perunggu. Wardoyo

Loading...