loading...
Loading...
Jenasah Singgih Eko Cahyanto saat diberangkatkan ke pemakaman. Foto/Wardoyo

 

SRAGEN- Setelah menunggu hampir dua hari, jenasah Singgih Eko Cahyanto (23), TKI asal Dukuh Trombol RT 22, Ketro, Tanon tewas dalam kecelakaan pesawat Papua Nugini, akhirnya tiba di kampung halaman Selasa (9/10/2018) siang. Hujan tangis mengiringi kedatangan hingga pemakaman jasad pemuda malang yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) itu.

Jasad Singgih tiba di rumahnya sekira pukul 14.00 WIB. Jenasah dibawa oleh mobil ambulans yang didatangkan pihak PJTKI.

Baca Juga :  Gerak-gerik Mencurigakan, Pencuri Kotak Amal di Masjid Beloran Sragen Langsung Dibekuk Takmir Masjid

Setiba di rumah duka, jenasah sempat disemayamkan dan didoakan. Ratusan pelayat dari kerabat, tetangga hingga kolega serta anggota PSHT Ranting Tanon memadati rumah duka.

Isak tangis langsung pecah begitu peti jenasah Singgih dikeluarkan dari ambulans. Ibu korban bahkan sempat syok dan jatuh lemas.

“Kami hanya sebatas menerima info awal bahwa tanggal 7 Oktober 2018 bahwa almarhum meninggal dalam kecelakaan pesawat di Port Morestby dengan pesawat Papua Nugini Air,” papar Kepala Disnakertrans Sragen, Puji Atmoko saat menyambangi rumah duka.

Baca Juga :  Tolak Zonasi PPDB, Pimpinan DPRD dan Wali Murid di Sragen Desak Mendikbud Mundur Dari Jabatan 

Menurutnya, almarhum berangkat kerja menjadi TKI sebagai ABK.Pemberangkatan menjadi ABK lewat PJTKI di wilayah Tegal.

Perwakilan PT Bima Samudra Bahari, Tarman yang melayat ke rumah duka menyampaikan semua hak almarhum berupa asuransi dan kekurangan gaji sudah ditransfer ke rekening keluarga almarhum.

Menurutnya pemulangan jenasah juga ditanggung penuh pihak maskapai penerbangan.

“Dari perusahaan yang memberangkatkan ke Fiji. Tidak tahu kalau mengalami musibah itu,” tuturnya.

Baca Juga :  Polres Sragen Buru Mafia Sabu Berinisial A Asal Balong. Diduga Pasok Sabu ke Tersangka Bowo Yang Dibekuk di Masaran 
Ibu korban dipapah keluarga saat ikut mengantar jenasah putranya ke pemakaman. Foto/Wardoyo

Selesai didoakan, jenasah kemudian disalatkan di masjid seberang jalan. Kemudian dilanjutkan pemakaman di tempat pemakaman umum Lemahbang, Ketro, Tanon sekira pukul 15.00 WIB.

Eko meninggal setelah terjadi kecelakaan pesawat Air Nugini Type B737-800.

“Di dalam pesawat tersebut terdapat 5 orang WNI diantaranya Singgih Eko Cahyanto yang ditemukan meninggal dunia ditemukan di bawah seat no 23 E dalam posisi pesawat tenggelam,” papar Kapolsek Tanon, AKP Heru Budiharto. Wardoyo

Iklan
Loading...