JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Siap-siap, Sebentar Lagi Banyak Guru di Sragen Bakal Dirotasi Menyesuaikan Zonasi

Ilustrasi guru berdoa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

 

Ilustrasi guru berdoa

SRAGEN- Pemkab melalui dinas pendidikan mewacanakan segera melakukan rotasi guru secara serentak . Rotasi dilakukan untuk meratakan penyebaran guru menyusul pemberlakuan sistem zonasi sekolah baru-baru ini.

Pemerintah bakal melakukan zonasi guru sekaligus nfrastruktur pendidikan. Saat ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah menggodog regulasi zonasi guru.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, zonasi guru itu masih dibahas di pusat. Zonasi itu untuk pemerataan pendidikan.

“Guru yang memiliki kapasitas lebih tidak hanya mengajar di sekolah-sekolah favorit, namun bisa merata disemua sekolah,” kata Bupati, Yuni, saat ditemui seusai pelantikan Pengawas dan Kepala Sekolah SDN SMP di Rumah Dinasnya Senin (08/10/2018).

Bupati Yuni menyampaikan, saat ini zonasi sekolah baru saja dimulai dalam tahun ajaran baru, sehingga harus diimbangi dengan zonasi guru. Jika zonasi guru tidak dilakukan zonasi sekolah menurut Yuni tidak akan optimal.

Baca Juga :  Hadapi Masa Darurat Pandemi, Semua Guru MTsN 1 Sragen Digembleng Pelatihan Pendidikan Daring Jarak Jauh. Plt Kepala Madrasah Sebut Sekaligus Bekal Era Digital 4.0

“Sekarang zonasi sekolah, anak anak yang sebelumnya disekolah favorit sekarang harus sekolah sesuai dengan wilayah mereka. Kalau tidak diikuti dengn zonasi guru akan sama saja. Siswa juga harus mendapatkan hak pendidikan yang lebih baik dari guru-guru yang mempunya prestasi lebih,” tandasnya.

Yuni juga menyebut, sistem zonasi ini ada sejumlah pertimbangan. Tidak saja jarak tempat tinggal guru dengan sekolah yang menjadi acuan, namun yang lebih penting prestasi guru tersebut.

“Setelah sistem zonasi selesai akan ada mutasi lagi. Nanti berdasarkan prestasi, bukan jarak rumah dengan sekolah,” ujarnya.

Baca Juga :  Mayat Pria Telanjang Dada Ditemukan Tergeletak di Pos Ronda Sragen Kota. Di Dekatnya Ditemukan Obat Cina Tawon Liar

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sragen Suwardi, juga menyampaikan zonasi guru ini tidak bisa berdasarkan jarak rumah dengan sekolah. Karena zonasi guru ini berbeda dengan zonasi sekolah dengan pelajar. “Nanti lebih pada prestasi guru,” tambahnya.

Adapun prestasi guru ini dapat dilihat dari prestasi anak didiknya, selain itu juga dilihat dari kompetensi dan inovasinya dalam mengembangkan sekolah masing-masing. Kemudian setiap tahun juga dilaksanakan tes kompetensi guru.

“Ini aturannya sedang digodok di pusat. Zonasi sekolah sudah, zonasi, kemudian zonasi guru dan kedepan zonasi infrastruktur,” ungkap Suwardi. Wardoyo