loading...
Loading...
pixabay

BANDUNG-Dalam rapat Pleno Forum Guru Besar (FGB) Institut Teknologi Bandung (ITB), salah satu Guru Besar ITB Profesor I Ketut Adnyana memaparkan beberapa tanaman alami yang berpotensi menekan kanker

Kanker merupakan penyakit yang cukup banyak diderita oleh masyarakat Indonesia.

Pada dasarnya, kanker adalah penyakit yang disebabkan sel-sel jaringan tubuh yang tumbuh secara tidak normal sehingga berubah menjadi sel kanker.

Dalam perkembangannya, sel-sel kanker tersebut dapat menyebar ke berbagai organ tubuh lainnya sehingga bisa menyebabkan kematian.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melawan kanker yaitu dengan operasi, radiasi, antibody monoclonal, dan kemoterapi.

Namun kebanyakan orang memilih alternatif lain dalam melawan kanker yaitu dengan obat herbal.

pexels

Dilansir dari Tribun Jawab, rapat Pleno Forum Guru Besar (FGB) Institut Teknologi Bandung (ITB) membahas topik mengenai “Masa Depan Obat Herbal Sebagai Terapi Alternatif Kanker”.

Bertempat di Gedung Balai Pertemuan Ilmiah ITB, Jalan Surapati no 1 Bandung, Jumat (28/9/2018), FGB kali ini menghadirkan Profesor I Ketut Adnyana sebagai pemateri utama dan dipimpin langsung Profesor Tutuka Ariadji.

Sejumlah guru besar dari berbagai fakultas/sekolah di ITB turut hadir untuk memberikan saran terhadap topik yang sedang dibahas dari sudut pandang keilmuan masing-masing.

Menurut Profesor Ketut, kanker biasanya muncul pada organ yang aktif digunakan pada tubuh manusia dan terpapar oleh faktor luar.

Misalnya, paru-paru yang sering terpapar polusi dan asap rokok, prostat yang aktif seiring dengan kegiatan reproduksi laki-laki.

Namun yang paling beresiko adalah kanker kolorektal (kolon=usus besar, rektal=rektum).

Hal ini dikarenakan usus kita aktif bekerja ketika kita makan tiga kali sehari.

Resiko kanker kolorektal semakin parah jika kita makan makanan yang tidak sehat.

Baca Juga :  Ini Bahaya Obat Kadaluwarsa Bagi Pasien

“Semakin sering kita makan makanan tidak sehat, maka akan memicu mutasi sel yang menyebabkan kanker,” kata Prof. Ketut dari siaran pers yang diterima Tribun, Senin (1/10/2018).

Faktor penyebab penyakit kanker yang paling berperan penting adalah faktor keturunan.

Selain faktor keturunan, minuman beralkohol dan obesitas juga dapat menambah resiko munculnya kanker.

“Pada dasarnya, semua penyakit ada hubungannya dengan keturunan, termasuk penyakit kanker. Maka dari itu, jujurlah pada keluarga jika memiliki penyakit tertentu,” kata Profesor Ketut.

Dalam paparannya, Profesor Ketut menyebutkan ada 10 tanaman yang memiliki potensi sebagai penyembuh kanker.

Tanaman-tanaman tersebut sudah teruji secara ilmiah memiliki senyawa aktif yang dapat membunuh sel kanker.

Kesepuluh tanaman tersebut adalah:

– Tapak Dara (Vinca rosea)

– Taxol (Taxus sp)

– Lempuyang Wangi (Zingiber zerumbet)

– Temu Kunci (Boesenbergia pandurata)

– Melinjo/Tangkil (Gnetum gnemon)

– Daun Sirsak (Annona muricata)

– Bawang Tiwai (Eleuthrine americana)

– Keladi Tikus

– Biji dari buah Anggur

– Propolis (dari lebah madu).

Kesepuluh potensi obat herbal ini telah melalui berbagai uji coba untuk memastikan bahwa obat tersebut benar-benar dapat membunuh sel kanker, yakni melalui uji kandungan senyawa aktif, uji tingkat sel, uji menggunakan hewan percobaan, dan diuji langsung kepada penderita kanker.

Hasilnya, kesepuluh jenis herbal tersebut dapat menekan aktivitas sel kanker dan mendapat testimoni positif dari pasien uji coba.

Salah satu yang sudah banyak digunakan adalah daun sirsak.

Saat dibandingkan dengan obat kanker yang standar digunakan, yaitu tamoxifen, senyawa aktif dari daun sirsak ternyata lebih baik untuk menekan sel kanker.

Selain itu, potensi lainnya yang menarik adalah melinjo.

Baca Juga :  Ini Bahaya Obat Kadaluwarsa Bagi Pasien

Ternyata, biji melinjo memiliki kandungan senyawa aktif yang sangat baik menekan pertumbuhan sel kanker yaitu gnetin C dan trans-resveratrol.

“Bahan ini (melinjo) banyak kita punya di Indonesia, tepatnya biasa kita olah sebagai emping. Jadi budayakanlah makan emping dan sayur lodeh,” ujar Profesor Ketut.

Pihaknya sangat yakin dengan potensi obat herbal Indonesia, karena Indonesia punya banyak bahan potensial.

” Bicara peluang melimpah, tradisi punya, pengolahan murah, pangsa pasar banyak, lalu aman penggunaannya. Tantangan kita hanyalah political will. Kita harus berani memberikan rekomendasi,” kata Profesor Ketut.

Ia menegaskan, bahwa perlu ada sumberdaya manusia yang mampu melihat jauh kedepan, sehingga penggunaan obat herbal nanti tidak hanya sebagai alternatif saja, tapi ada regulasi yang jelas mengenai penggunaan obat herbal agar masyarakat tidak lagi tersesatkan oleh informasi kurang benar yang beredar.

Profesor Tutuka turut menyampaikan harapannya, agar hasil rapat ini dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami harap melalui hasil ini, FGB-ITB dapat memberikan sesuatu untuk masyarakat, dan tidak ada lagi salah informasi tentang manfaat obat herbal terutama bagi penanganan penyakit kanker,” katanya.

5 Minuman Alami yang Bisa Mencegah Kanker

Sebagian besar makanan yang mengandung antioksidan seperti vitamin A, C,D,E dan lainnya adalah pencegah kanker yang baik serta akan melindungi tubuh secara alami dan efektif.

Dilansir oleh Nakita dari laman steptohealth.com, berikut ini beberapa minuman alami yang bisa dicoba untuk membantu mengurangi risiko kanker

1. Smoothie apel dan wortelWortel memiliki sifat merangsang pertahanan tubuh dan memberikan kontribusi yang besar untuk memerangi penyakit seperti kanker.

Wortel mengandung komponen yang disebut falcarinol, yang merupakan pencegah kanker yang efektif.

Baca Juga :  Ini Bahaya Obat Kadaluwarsa Bagi Pasien

Di samping itu, apel beserta kulitnya juga mengandung banyak vitamin dan antioksidan yang sangat bagus untuk mencegah penyakit ini.

Yang perlu dilakukan adalah haluskan wortel dan apel yang tidak dikupas dengan blender, lalu segera meminumnya.

2. Teh jahe
Penelitian telah menunjukkan bahwa jahe dapat menghancurkan sel kanker lebih efektif dari begitu banyak obat yang dibuat untuk kanker.

Cara membuat minuman ini adalah dengan mendidihkan secangkir air kemudian masukkan irisan tipis jahe, tambahkan jus lemon.

Angkat, diamkan 10 menit dan minum.

3. Air garam
Meskipun minum air asin memiliki efek samping pada kesehatan seperti dehidrasi, ternyata garam juga dapat melawan kanker dan memulihkan kesehatan tubuh.

Cara membuatnya, campurkan satu bagian air garam dengan lima bagian air putih lalu diminum langsung.

Untuk menambah rasa yang lebih lezat, bisa juga menambahkan lemon

4. Smoothie nanas dan jahe

Nanas mengandung enzim bromelain, yang memiliki kemampuan untuk mencegah kanker dan membantu mengurangi efek negatif kemoterapi dan radioterapi.

Meski nanas juga dihindari oleh ibu hamil karena berbahaya untuk janin, enzim yang terkandung di dalamnya dapat membunuh sel kanker tanpa mengganggu sel yang masih sehat.

Sementara itu, jahe juga memiliki sifat melawan kanker dan tumor.

Yang perlu dilakukan adalah menghaluskan nanas, jahe dan susu dengan blender lalu langsung diminum.

5. Smoothie pisang dan mangga

Kedua buah ini kaya akan sumber vitamin, mineral dan antioksidan.

Pisang mengandung mineral yang sangat sulit ditemukan dalam makanan lain.

Caranya mudah, cukup haluskan kedua buah dalam blender, tambahkan sedikit air dan madu sebagai pemanis.

www.tribunnews.com

Iklan
Loading...