32.6 C
Surakarta
Senin, 18 November 2019
JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen Kisah Ayu, Siswi Yatim di Karanganyar Yang Rela Jualan...

Kisah Ayu, Siswi Yatim di Karanganyar Yang Rela Jualan Cilok Demi Bisa Sekolah dan Menghidupi Adiknya..

- Advertisement -

loading...
Loading...

Ida Ayu saat melayani teman-temannya yang membeli dagangan cilok, Selasa (23/10/2018). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Tangan Ida Ayu Riski Susilowati (18) terlihat  begitu cekatan ketika melayani pembeli cilok buatannya sendiri, Selasa (23/10/2018). Ayu tidak merasa canggung dan malu, meskipun yang dilayaninya adalah teman-temannya sendiri di SMK Bhakti Karya Karanganyar.

Saat disambangi di jam istirahat di sekolahnya, siswi berhijab itu menuturkan sudah berjualan cilok yang merupakan panganan khas Jawa Barat ini, sejak setahun lalu. Hal itu dilakukannya untuk biaya sekolah dan biaya hidup sehari-hari bersama sang adik.

Aktivitas sekolah sambil jualan itu juga untuk menyambung kebutuhan dan biaya sekolah mengingat statusnya sebagai amak yatim.

Selama ini,  ia tinggal bersama dengan adiknya Sudrajat Ariayat Moko Saputra. Keduanya menempati rumah peninggalan orang tuanya di Kebonagung RT 6/6, Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Karanganya.

Ibunya, Tumiyati (52) bekerja di Bekasi dan ayahnya, Sukirno, sudah meninggal sekitar dua tahun silam.

Ayu merupakan anak ketujuh dari 10 bersaudara. Beberapa kakaknya sudah mempunyai tempat sendiri.

Baca Juga :  Bupati Sragen Mengaku Selalu Was-Was Jika Terima Stopmap Bertanda Silang 3 dari Inspektorat. Apa Isinya? 

Sehingga, tidak tinggal satu rumah dengannya. Ayu menceritakan, niat untuk berjualan cilok berawal dari keinginnannya untuk hidup mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Dengan modal pinjaman Rp 150.000 serta sepeda yang juga pinjaman dari saudaranya, ia mulai berjualan cilok.

“ Modal awalnya pinjaman, sepeda juga pinjaman. Alhamdulillah, pinjaman sudah lunas,” ujarnya, Selasa (23/10/2018).

Ayu menuturkan aktivitasnya dengan cilok ia mulai ketika pulang sekolah. Setiap pulang sekolah Ayu  membeli bahan-bahan untuk membuat cilok.

Seperti terigu, tepung kanji, dan sejumlah sayuran. Seperti wortel, bayam, telur dan juga kacang.

Menurutnya, bahan baku tersebut, kemudian diracik usai sekolah.

Meski sekolah sambil berjualan clok, Ayu tidak meninggallkan kewajibannya untuk belajar.

Ayu mengaku belajar hingga pukul 20.30 WIB dan pukul 02.30 WIB ia bangun untuk memulai aktivitasnya.

” Dini hari saya mulai meracik adonan yang sudah disiapkan, kemudian memasaknya. Cilok-cilok yang sudah  matang tersebut, di tempatkan ke dalam dandang kecil. Selanjutnya saya taruh  di dua buah kotak yang di pasang di kursi pembonceng di sepeda. Setelah semua selesai, saya langsung berangkat ke sekolah, sambil menjajakan cilok ,” kata dia.

Baca Juga :  Efek Kemarau Panjang, Sumber Air PDAM Anjlok 50 %. Warga Sempat Menjerit, Dirut Pastikan Pelayanan di Gondang-Sambirejo Sudah Normal 

Semua aktivitas itu ia lakukan sendiri. Baginya sudah terbiasa dengan rutinitas tersebut. Setidaknya sudah setahun ini, ia melakukannya. Atau semenjak ia duduk di kelas XI. Dengan keuntungan rata-rata Rp 30.000 per hari, Ayu dapat memenuhi kebutuhannya dan membiayai adiknya sekolah.

“Saya tidak malu berjualan. Selama menghasilkan dan halal, saya tidak malu. Hasil jualan ini, saya gunakan untuk biaya hidup dan biaya sekolah. Saya tidak ingin bergantung pada orang lain,” ujanya penuh semangat.

Saat ini Ida duduk di kelas XII SMK Bhakti Karya, Karanganyar. Tepatnya di kelas XII, jurusan akuntansi. Ia berharap bisa lulus dan bisa sukses setelah lulus nanti. Wardoyo

Loading...

Kontak Informasi Joglosemarnews.com :
Redaksi : [email protected]
Promosi : [email protected]
Kontak : [email protected]

- Advertisment -

Most Popular

Indonesia Menari 2019,  Ribuan Penari Tampil di Solo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM- Indonesia Menari 2019 persembahan Bakti Budaya Djarum Foundation mempersembahkan 2.000 penari yang tampil serempak, Minggu (17/11/2019), di The Park Mall. Business and Marketing...

Begini Kronologis Penemuan Barang Diduga Sabu di Dekat Gudang Sampah Dukuh Pantirejo Desa Grogol Kecamatan Grogol Sukoharjo, Tidak Diduga Segini Beratnya

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebuah paket batang mencurigakan ditemukan di dekat gudang sampah plastik bekas di Dukuh Pantirejo, Desa Grogol, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Batang tersebut...

Fahri Hamzah Harus Akui, Keputusan Jokowi Menarik Prabowo Misterius, Ini Sebabnya    

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM -- Mantan Wakil Ketua DPR RI dan pendiri Partai Gelora, Fahri Hamzah mengakui, keputudan Presiden Jokowi menunjuk Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan sebagai...

Branding Wonderful Indonesia, Hydro Coco Gelar Turnamen Futsal di Solo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM- Hydro Coco yang merupakan mitra Co Branding Wonderful Indonesia menggelar turnamen futsal di Kota Solo. Turnamen bertajuk Hydro Coco Cup National Futsal...

Recent Comments