JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Malam Terjaring Razia Satpol PP Sragen,  Pagi Harinya Ditemukan Tewas di Dinas Sosial

Tim Polsek dan Inafis Polres Sragen saat mengevakuasi jasad pria di rumah singgah Dinas Sosial Sragen. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Tim Polsek dan Inafis Polres Sragen saat mengevakuasi jasad pria di rumah singgah Dinas Sosial Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Petugas di Dinas Sosial Sragen dikejutkan dengan tewasnya di rumah singgah dinas tersebut, Selasa (30/10/2018). Pria bernama Khoirul Rosyikin (27) itu tewas setelah malam harinya terjaring razia Satpol PP dan dititipkan di Dinas Sosial.

Korban yang diketahui beralamat di Karangtalun, Secang, Magelang itu tewas sekitar pukul 08.30 WIB. Sebelumnya korban sempat diketahui kejang-kejang dan saat dicek petugas kesehatan Dinsos, sudah meninggal dunia.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kasubag Humas AKP Muryati mengungkapkan data yang dilaporkan Polsek Sragen, korban sempat terjaring razia oleh Satpol PP Sragen pada Senin (29/10/2018) malam pukul 22.00 WIB.

Baca Juga :  Pilkada Sragen Diundur, Jumlah Pemilih Pemula Bakal Bertambah 3.033 Orang Jadi 780.929 Orang

“Korban dirazia karena terindikasi gelandangan. Setelah dirqzia kemudian Satpol PP menyerahkan korban ke rumah singgah Dinsos Sragen,” paparnya Rabu (31/10/2018).

Setelah di rumah singgah, mendadak esok harinya pukul 07.30 WIB, korban diketahui mengalami kejang-kejang. Mendapati hal itu, petugas di rumah singgah menghubungi dokter piket Dinsos yakni dr. Finuril dan setelah dicek sekitar pukul 08.30 WIB, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

Baca Juga :  Membara Lagi, Tugu dan Patung PSHT di Masaran Sragen Dirusak Sekelompok Orang Tak Dikenal. Pelaku Terintai Ramai-Ramai Hancurkan Tangan Patung dengan Paving Blok

Ia menguraikan dari hasil pemeriksaan, korban kemudian terdeteksi bernama Khoirul Rosyikin (27) asal Karang Talun Secang, Magelang. Diduga kuat, korban merupakan tuna wisma yang semula tidak diketahui identitasnya.

“Dari hasil pemeriksaan oleh dokter Dinas Sosial dan Puskesmas serta pihak Inafis Polres Sragen tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Dugaannya korban meninggal karena sakit. Jenasah kemudian dibawa ke RSUD Kabupaten Sragen. Setelah keluarga dihubungi, hari ini tadi jenasah sudah diserahkan ke pihak keluarga,” pungkasnya. Wardoyo