JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Miris. Ini Dampak Aksi Mogok Mengajar Para GTT PTT di Wonogiri

Kapolsek Bulukerto AKP Kukuh Wiyono ikut mengajar di SDN 2 Soko Ngaglik.

IMG 20181009 WA0036
Kapolsek Bulukerto AKP Kukuh Wiyono ikut mengajar di SDN 2 Soko Ngaglik.

WONOGIRI-Aksi mogok mengajar para Guru Tidak Tetap Pegawai Tidak Tetap (GTT PTT) di Wonogiri langsung terasa dampaknya. Kegiatan belajar mengajar menjadi terganggu hingga pihak sekolah kewalahan.

Di SDN 2 Soko Desa Ngaglik Kecamatan Bulukerto, akibat para guru honorer mogok mengajar, sekolah banyak kekurangan guru. Terlebih karena solidaritas dan ajakan dari FPHI Wonogiri untuk cuti bersama yang sebenarnya akan di laksanakan pada 15-31/10/2018 tapi sejak tanggal 08/10/2018 sudah banyak yang tidak mengajar.

Baca Juga :  Kejari Wonogiri Segera Bentuk Tim Pendamping Tindaklanjut Kerjasama Kejagung dan Kemensos RI, Minimalisir Penyimpangan Berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah

Menurut Kepala SDN 2 Soko Ngaglik, Sarsono, kondisi itu menjadikan proses belajar mengajar sangat terganggu. Di sekolah yang dipimpinnya ada total 9 guru, 6 orang di antaranya merupakan guru honorer yang sedang mogok.

“Saat ini para siswa hanya diberikan materi untuk dikerjakan sendiri. Setiap guru itu pun harus mengampu 2 kelas. Terus terang menjadikan kurang efektif,” kata dia, Selasa (9/10/2018).

Baca Juga :  Pecah Rekor!Kasus Baru Positif COVID-19 di Wonogiri Tambah 207 Buah Hanya Dalam Waktu Sehari, ini Perinciannya

Kapolsek Bulukerto AKP Kukuh Wiyono beserta anggota selanjutnya turun tangan membantu mengajar.
Selain itu, anggota polri memberikan bimbingan dan motifasi terhadap para siswa dalam belajar, juga mengimbau tentang kenakalan, pelecehan seksual, dan selalu taat beribadah. Aris Arianto