loading...
Loading...
Olahan khas Gunungkidul ini dikenal sebagai sego uleng atau nasi uleng, perpaduan nasi dengan gaplek, biasa disajikan dengan wader goreng, pecel atau gudeg. (Instagram @pasarningrong)

GUNUNGKIDUL – Salah satu makanan dasar yang terkenal di kabupaten Gunungkidul adalah tiwul. Tiwul merupakan makanan olahan dari singkong sebagai pengganti nasi.

Proses pengolahannya membutuhkan waktu yang panjang. Pengolahannya dimulai dari singkong dikupas, kemudian dijemur hingga kering dan namanya pun berubah menjadi gaplek. Tak berhenti sampai sini, singkong kering ini ditumbuk menjadi butiran lebih halus. Sehingga enak dikunyah. Ketika hendak disantap, tinggal dikukus. Inilah yang dikenal sebagai tiwul.

Baca Juga :  INGAT, Besok Minggu 13 Oktober Hari Tanpa Bayangan di Yogyakarta

Ternyata, tiwul pun punya turunannya. Salah satunya, sego uleng nasi uleng. Yang satu ini sesuai dengan namanya, masih ada unsur nasi. Cuma, memang dicampur dengan gaplek.

Menu ini pada jaman dulu disajikan ketika persediaan beras sudah menipis. Sehingga beras pun diolah dicampur dengan gaplek. Biasanya kompisisinya antara gaplek dengan beras biasanya sebanding. Gaplek yang sudah dihaluskan biasanya dikukus selama 30 menit. Perpaduan beras dengan gaplek ini membuat nasi uleng lebih kaya serat dibanding nasi, dan lebih tinggi proteinnya ketimbang gaplek.

Baca Juga :  Keraton Yogyakarta Tak Beri Izin, Panitia Pastikan Muslim United akan Tetap Digelar Hari Ini

Nah, nasi uleng bisa dipadukan dengan wader goreng atau ikan goreng khas Daerah Istimewa Yogya, atau sayuran seperti pecel dan gudeg. Tentunya, jangan lewatkan sambalnya. Bikin sedap rasanya bila paduan ini lengkap.

Menu sarapan kaya serat ini tentunya cukup mengenyahkan. Kini, pedagang olahan khas ini bisa ditemukan di beberapa tempat di Gunungkidul. Salah satunya di Pasar Ningrong yang buka setiap hari Sabtu dan Minggu di Jalan Baron KM 6, Mulo, Wonosari.

Baca Juga :  Seminar Moderasi Islam di UII, Peserta Sangat Antusias Sambut Ustadz Abdul Somad (UAS)

Berada di lokasi wisata, pasar model jadul ini buka pada 13-14 Oktober antara pukul 06.00-12.00. Selain nasi uleng yang dipadu dengan pecel, masih banyak pilihan menu lokal lain di destinasi digital ini. Tentunya sarapan di sini seru karena bisa sembari menikmati aneka atraksi budaya, dan usai makan bisa menjajal aneka permainan.

www.tempo.co

Loading...