loading...
Loading...
Ilustrasi/tribunnews

JOGJA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah. Karena itu perbankan di DIY diminta untuk waspada.

Meskipun berbagai pihak mengklaim bahwa perbankan DIY belum merasakan dampaknya, namun dalam jangka panjang bukan tidak mungkin tekanan pelemahan rupiah juga akan dirasakan oleh dunia perbankan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Budi Hanoto belum lama ini memperingatkan bahwa, dengan melihat kondisi perekonomian global yang terjadi saat ini, semua pihak mesti berwaspada, tak terkecuali perbankan mengingat dampak ekonomi yang diakibatkan dari pertikaian dua raksasa ekonomi antara AS dan Tiongkok.

Baca Juga :  Pemilihan Ketua Umum Kagama Periode 2019-2024, Ganjar Pranowo Kembali Terpilih

Kondisi tersebut mengakibatkan suatu resiko yang menjadikan nilai tukar rupiah menjadi anjlok hingga menyentuh angka di atas Rp15 ribu per dolar AS.

“Kondisi ini membuat kita semua harus aware, tantangan perbankan begitu berat kedepannya,” kata Budi.

Baca Juga :  Ledakan di Rumah Peninggalan Mertua Bupati Bantul, Ini Kronologi dan Cerita Lengkapnya

Posisi transaksi berjalan (current account) Indonesia saat ini, sambungnya, meskipun tengah mengalami defisit di bawah tiga persen dari produk domestik bruto (PDB) yang mana berarti masih dalam kondisi aman, namun hal itu patut untuk diwaspadai.

“Dan situasi ini memang tidak ringan bagi perbankan dalam menjalankan bisnisnya,” tambahnya. #tribunnews

Loading...