JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Oknum PNS di Karanganyar Jadi Pengedar Uang Palsu. Ditangkap Polisi, Ditemukan Jutaan Uang Palsu 

Kapolres AKBP Henik Maryanto saat memimpin konferensi pers penangkapan PNS pengedar uang palsu Selasa (16/10/2018). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kapolres AKBP Henik Maryanto saat memimpin konferensi pers penangkapan PNS pengedar uang palsu Selasa (16/10/2018). Foto/Wardoyo

 

KARANGANYAR- Satreskrim Polres Karanganyar, berhasil mengamankan dua tersangka baru dalam kasus peredaran uang palsu. Ternyata, salah satu tersangka yang diamankan adalah AP (39) yang berprofesi sebagai PNS.

AP merupakan warga Desa Kemiri, kecamatan Kebakramat.

Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto mengungkapkan AP diketahui menjabat sebagai penjaga sekolah. Dari tangan AP, petugas mengamankan 48 lembar pecahan Rp 100.000 yang diduga diperoleh dari sindikat pembuat uang palsu yang ditangkap beberapa waktu lalu.

“Saat ini tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres,” paparnya Selasa (16/10/2018).

Baca Juga :  Pemuda Pancasila Karanganyar Kejar Misi 60.000 KTA Hingga 2023. Ada Target Apa?

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Polres Karanganyar mengamankan enam tersangka pengedar upal. Berawal dari penangkapan tersangka ST di Karangpandan, Karanganyar Kamis (28/9). Lalu hasil pengembangan  dan keterangan ST, Sat Reskrim kembali menangkap Ahmad Sofyan, 26; Dwi Hepi,30 warga Jombang; BNH, 34 warga Ponorogo; HA, 48 warga Sidoarjo;dan Sugeng, 41 warga Madiun.

Terungkapnya kasus ini bermula ketika ST, salah satu tersangka sedang melakukan transaksi pembeian satu unit HP di bawah jembatan layang (flyover) Palur, Kecamatan Jaten, Kamis (27/09/2018) siang. ST melakukan transaksi pembelian HP merk Oppo Type A83 warna merah seharga Rp1.700.000,-.

Baca Juga :  Kronologi Kasus Pemerasan Puluhan Guru dan Kasek 11 TK Aisyiah di Karanganyar. Pelaku Gunakan Senjata Data Siswa, Menakut-Nakuti Lalu Minta Uang Damai Rp 5 Jutaan

Pada saat melakukan transaksi, korban merasa curiga dengan uang yang digunakan ST sebagai alat pembayaran. Korban lantas mengambil foto wajah dan KTP  milik Setelah korban menyetorkan uang hasil penjualan HP ke salah satu counter di Solo, ternyata uang tersebut palsu.

Kasus ini, lantas dilaporkan ke Polres Karanganyar dan berhasil mengamankan ST di rumah isterinya yang berada di Karangpandan pada hari Jumat (28/09/2018) dinihari. Wardoyo