JOGLOSEMARNEWS.COM Umum TMMD KODIM SRAGEN

Pedagang Keliling Pun Senang Ada Pengecoran Jalan Tembus dan Embung di TMMD Sukorejo. Ini Alasannya 

Pedagang perabot keliling asal Pilangsari saat melintasi jalan tembus yang akan dicor oleh TMMD Reguler, Minggu (21/10/2018). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Pedagang perabot keliling asal Pilangsari saat melintasi jalan tembus yang akan dicor oleh TMMD Reguler, Minggu (21/10/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0725 Sragen di Desa Sukorejo Kecamatan Sambirejo, Sragen ternyata banyak mendatangkan sisi positif.

Perbaikan dan pengerasan jalan kampung serta pembangunan embung, yang dirasakan langsung manfaatnya bagi warga masyarakat setempat.

Salah satu warga Pilangsari, Sragen yang berprofesi pedagang perabot keliling, Reza (30), menyambut baik proyek pengecoran jalan tembus di Sukorejo.

Jalan itu nantinya akan sangat membantu aktifitasnya keliling desa berjualan perabot rumah tangga.

Menurutnya, jalan desa yang sudah hampir jadi dan bagus itu kedepan perlu lebih dirawat dan dijaga. Sehingga hasil pembangunan dari TMMD tetap awet dan melancarkan arus lalu lintas serta meningkatkan perekonomian warga.

Baca Juga :  Enam Personel Kodim Sragen Masuki Masa Pensiun, Lima Personel Datang Bergabung

“Saya tidak merasa kesulitan lagi untuk mengemudikan motor, berjualan keliling di Segagan Desa sukorejo. Terimakasih bapak-bapak TNI dari Kodim Sragen yang telah membuat jalan poros Desa Sukorejo menjadi bagus dan bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya dengan senang.

Dandim 0725/Sragen Letkol Kav Luluk Setyanto mengatakan kegiatan TMMD di Desa Sukorejo itu merupakan operasi Bhakti TNI untuk mensejahterakan masyarakat.  Yang paling penting kehadiran program itu bisa meningkatkan perputaran ekonomi di daerah tersebut.

Baca Juga :  Ini 2 Nenek di Sragen Yang Bakal Berbahagia Saat Peringatan HUT RI Nanti. Rumah Reyot Mereka Dijamin Bakal Berubah Jadi Bagus

Memang ada priorotas program, contohnya sarana transportasi, pembuatan embung, hingga RTLH.

“Dengan adanya embung yang baik maka akan bisa mendorong masyarakat meningkatkan hasil pertanian. Yang semula 2 kali panen menjadi 3 kali panen dalam setahun. Sekaligus akan menjaga  budaya gotong-royong yang menjadi ciri khas masyarakat Sukowati,” ujarnya. Wardoyo