JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Puluhan Polisi Polda dan Polres Geruduk LP Sragen. Ratusan Napi Diobok-obok, 8 Napi Positif dan Ditemukan Satu Paket Sabu

Tim Polda Jateng dan Polres Sragen saat di Lapas Sragen, Kamis (11/10/2018). Foto/Wardoyo

IMG20181011110316 640x400
Tim Polda Jateng dan Polres Sragen saat di Lapas Sragen, Kamis (11/10/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Indikasi adanya mafia peredaran narkoba di LP Kelas II A Sragen seolah tak pernah berhenti. Hal itu dibuktikan dengan temuan adanya 8 napi yang positif menggunakan narkoba.

Temuan napi positif itu terungkap dari razia mendadak yang digelar Kamis (11/10/2018). Razia digelar tim gabungan Direskrimum Polda Jateng, Polres Sragen dan Lapas Sragen.

Razia dipimpin Kabag Bin Ops Direkrimum Polda AKBP Joko Cahyono, Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman dan Kalapas Sragen Yosef Benyamin Yembise.

Baca Juga :  Rapid Test Antigen Ilegal Beredar Luas di Jateng. Polda Berhasil Bekuk Penjual, Kurun 5 Bulan Raup Untung Rp 2,8 M

“Setelah dua jam kita periksa, dari 200an napi, ada beberapa yang kita temukan positif narkoba. Ada juga BB sabu dan catatan nomor HP,” papar AKBP Joko Cahyono.

Terkait napi positif, nantinya akan diserahkan penanganan ke pihak internal Lapas. Sementara temuan sabu dan nomor HP akan ditindaklanjuti darimana sumbernya dan jaringannya.

IMG20181011105937 640x400
AKBP Joko Cahyono (kanan) saat menunjukkan barang bukti hasil tes urine napi yang positif dan BB Sabu di LP Sragen. Foto/Wardoyo

Delapan napi positif itu, enam diantaranya di blok D dan dua sisanya di blok F. Blok D dan F sama-sama dihuni napi kasus narkoba. Sedangkan BB satu paket sabu ditemukan di sel yang dihuni salah satu napi narkoba.

Baca Juga :  Tragis, Detik-Detik Warga Brebes Terjatuh Bersama Motornya dari Atas Perahu dan Tenggelam di Sungai. Namanya Nurofik

Kalapas Sragen, Yosef Yembise menyampaikan razia menggandeng Polda dan Polres dilakukan dalam rangka penegakan hukum dan upaya menormalisasi kamtibmas di LP. Lebih dari itu, razia juga untuk mensterilkan LP Sragen dari narkoba.

“Kita tidak menoleransi dengan narkoba baik napi, juga petugas,” terangnya. Wardoyo