loading...
Loading...
Setyo Sukarno

WONOGIRI-Melaksanakan pekerjaan mengajar, ternyata tidak hanya dilakukan oleh seorang guru. Profesi lainpun bisa pula melaksanakan pekerjaan ini.

Bahkan seorang anggota dewan sangat bisa melaksanakannya. Terlebih jika anggota dewan tersebut sebelumnya pernah menjadi guru.

Hal itulah kini dilaksanakan Setyo Sukarno. Ketua DPRD Wonogiri itu mengaku tetap melaksanakan tugas mengajar kendati sudah lama tidak menjadi seorang guru. Selama menduduki kursi empuk di gedung dewan, profesi mengajar tetap dilakukan.

“Meskipun cara mengajarnya tentunya sangat lain jika dibandingkan waktu menjadi guru dulu,” ujar Setyo, Minggu (28/10/2018).

Pria kelahiran Wonogiri 6 Agustus 1966 ini mengatakan, anggota dewan bertugas mengajarkan pendidikan politik kepada masyarakat. Hal ini bisa dilakukan melalui pola pelaksanaan tugas pengawasan, legislasi, maupun penganggaran. Dengan bekerja secara sungguh-sungguh dan baik, secara otomatis anggota dewan tersebut menunjukkan cara berpolitik yang baik seperti apa. Sehingga masyarakat bisa mengetahuinya.

Baca Juga :  Pilkades Wonogiri Semakin Dekat, Begini Arahan Bupati Jekek

“Tentunya masyarakat bisa tahu dengan membaca pemberitaan di media massa,” kata Setyo yang oleh masyarakat lebih akrab disapa Pak Tyo itu.

Memberikan pengajaran berpolitik juga bisa ditempuh saat penjaringan aspirasi. Warga Dusun Duwet Kidul RT 2 RW 5 Desa/Kecamatan Baturetno ini mengaku sering mendatangi acara pertemuan hingga tingkat RT. Dalam acara tersebut, dirinya dipastikan selalu berinteraksi dengan masyarakat.

Seringkali muncul pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat terkait pembangunan, pemerintahan, maupun permasalahan lainnya. Nah, dalam kesempatan itu pula dirinya sebisa mungkin memberikan penjelasan secara gamblang. Bahkan disertai dengan contoh-contoh yang konkrit.

“Jadi mirip dengan mengajar anak sekolah itu. Tapi konteksnya jelas beda. Misalnya saat memberikan contoh dalam penjelasan permasalahan pembangunan infrastruktur, saya tunjukkan proyek jalan rabat di sekitar lingkungan mereka,” teran dia.

Baca Juga :  Catat, Ini Ketua DPRD Wonogiri yang Baru Plus Para Wakilnya

Ayah dua orang putra ini selanjutnya secara terus–terang berujar pola pengajaran saat menjadi guru dulunya, tetap dipakai hingga sekarang. Yakni, semaksimal mungkin memberikan penjelasan yang gamblang kepada masyarakat. Baik ada pertanyaan maupun tidak.

“Jadi sama seperti waktu menjadi guru di sebuah sekolah menengah kejuruan di wilayah Kecamatan Baturetno dulu. Sekitar sepuluh tahun menjadi guru dengan mengajar mata pelajaran teknik motor bakar,” ujar dia.

Pola mengajar layaknya guru tersebut, disebutnya memberikan pengaruh besar. Dirinya enjoy menerapkannya. Banyak bermanfaat baginya dalam mendapatkan kepercayaan konstituen. Terbukti dari terpilihnya dia sebagai Anggota DPRD Wonogiri selama empat periode bertutur-turut. Dimulai sejak 1999-2004, 2004-2009, 2009-2014, dan 2014-2019.

Baca Juga :  Dari Aksi Pungut Sampah Slogohimo Wonogiri Berhasil Kumpulkan 50 Kantong Plastik

Karir politiknya terbilang cukup cemerlang. Diawali saat menjadi pengurus Ranting PDIP Desa Baturetno tahun 1998. Berlanjut menjadi Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) partai di Kecamatan Baturetno tahun 1999.

Pada tahun yang sama mencoba keberuntungan dengan mengikuti Pemilu sebagai wakil rakyat. Setyo terpilih dan menjadi anggota Komisi E dan beralih ke Komisi D di periode 1999-2004. Meningkat menjadi Ketua Komisi B serta C di periode selanjutnya. Kemudian menduduki jabatan Sekretaris DPC PDIP di tahun 2010, dan saat periode itu pula di gedung dewan, istri Yayuk ini dipercaya menjadi Ketua Komisi B dan C. Saat ini mendapat amanat menduduki kursi Ketua DPRD Wonogiri. Aris Arianto

Loading...