JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Soroti Kualitas SMPN 5 Sragen Makin Jeblok, Bupati Ungkap Friksi Kelompok Guru-guru Juga Luar Biasa Tajam

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat melantik jajaran Kasek SD dan SMP di Pendapa Rumdin Bupati, Senin (8/10/2018). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat melantik jajaran Kasek SD dan SMP di Pendapa Rumdin Bupati, Senin (8/10/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyoroti penurunan kualitas di SMPN 5 Sragen. Menurut bupati, SMPN yang pernah menduduki jawara sebagai SMP terfavorit di Sragen itu, kini dinilai merosot tajam.

Sorotan itu dilontarkan bupati saat melantik 75 Kasek SD dan SMP serta pengawas beberapa hari lalu di Pendapa Rumdin Bupati. Saat memberi sambutan, orang nomor satu di jajaran Pemkab Sragen itu mengaku sudah memasrahkan pengelolaan pendidikan SD dan SMP kepada para Kasek yang dilantik.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Sragen Makin Meroket, Bupati Prihatin Masyarakat Malah Tenang-tenang Saja. "Dulu Reaksinya Luar Biasa, Sekarang Tambah 5, 7 Kasus Bahkan Meninggal, Tidak Ada yang Obah!,”

Ia juga mengingatkan kepada semua Kasek yang baru bahwa tugas yang diemban tidaklah ringan. Selain bisa meningkatkan kualitas anak didik, para Kasek juga diharapkan bisa membawa angka Indeks Pembanguban Manusia (IPM) Sragen bisa terkerek naik.

“Yang saya mutasi, saya pesan betul apabila ditempatkan di tempat baru, itu butuh tanggungjawab yang lebih besar. Contoh SMPN 5 (Sragen). Dulu jadi SMP favorit tapi sekarang prestasinya makin lama makin menurun,” paparnya.

Bupati Yuni juga menyampaikan satu hal yang tak boleh dilupakan di SMPN 5, bahwa friksi di antara guru-guru di SMPN di pusat kota itu juga diakuinya sangat tajam.

Baca Juga :  Gawat, Terlanjur Naik Pesawat dan Tiba di Kalimantan, Pemuda asal Sragen Baru Ketahuan Swabnya Dinyatakan Positif Covid-19. Setelah Diswab Ulang Ternyata Hasilnya Mengejutkan!

“Friksi di sana sungguh sangat luar biasa tajam. Bahkan semua kasek yang ditugaskan disana belum bisa ngeblend (menyatukan) friksi-friksi guru di sana yang sudah terbentuk kelompok-kelompok,” terangnya.

Karenana, ia sangat berharap Kasek yang ditugaskan di sekolah itu, bisa memiliki tantangan yang luar biasa untuk menyelesaikan problem friksi di SMPN 5. Wardoyo