JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Syukuran Raih Emas, Perpani Karanganyar Borong Cilok Siswi SMK Yang Viral Karena Perjuangan Kerasnya

Ida Ayu Riski Susilowati, siswi SMK Bhakti Karya penjual cilok diundang khusus di syukuran kontingen Panahan Karanganyar di Porprov. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ida Ayu Riski Susilowati, siswi SMK Bhakti Karya penjual cilok diundang khusus di syukuran kontingen Panahan Karanganyar di Porprov. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Keberhasilan kontingen panahan Karanganyar meraih empat medali di Porprov dirayakan secara unik. Ketua Perpani Karanganyar memilih merayakan tanpa pesta mewah.

Akan tetapi, justru mengundang sosok siswi SMK Bhakti Karya penjual cilok, Ida Ayu Riski Susilowati.

Ida mendadak diundang Sabtu (27/10/2018 ke lapangan untuk diborong dagangan ciloknya.

Ketua Perpani Karanganyar, Teguh Riyanto mengatakan inisiatif mengundang Ida itu untuk merayakan keberhasilan kontingen panahan di Porprov lalu.

Menurutnya hal itu sebagai wujud rasa syukur atas perjuangan dan keberhasilan kontingen panahan yang mirip dengan cerita kerasnya perjuangan Ida sekolah sambil jualan cilok.

Baca Juga :  Sumanto Ungkap Sebagian OPD di Jateng Ketakutan Gunakan Anggaran Refocusing Covid-19. Dari Rp 2,2 Trilyun Baru Terpakai Rp 400 Miliar, Ada Apa?

Menurut Teguh, kegigihan Ida dalam memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolah, merupakan contoh yang baik bagi para atlit panahan.

“Kita memang sengaja memanggil Ida. Ida merupakan sosok anak muda yang gigih dalam berjuang. Kegigihan dan semangatnya yang patut kita contoh, tertama bagi para atlit panahan pemula,” ujarnya.

Baca Juga :  Pantauan Satu Jam Jelang Aksi Demo RUU HIP di Taman Pancasila Karanganyar, SPBU Siwaluh Tutup, Ratusan Aparat Bersiaga

Seperti diketahui, kontingen panahan Karanganyar sukses menyumbang empat medali di Porprov lalu.

Medali itu terdiri dari 1 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu, atas nama Danar Arga Baskoro. Danar meraih 1 emas, 1 perak dan 2 perunggu di kelas recurve 75 meter.

Atas prestasi tersebut, Danar mengantongi bonus dari bupati sebesar Rp 25 juta untuk medali emas, Rp 15 juta untuk perak dan Rp 20 juta untuk 2 perunggu. Wardoyo