JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Tak Banyak yang Tahu, TWA Batu Gamping Simpan Batu Berusia 50 Juta Tahun

surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Tribunnews

JOGJA– Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta, Ir Junita Parjanti, MT prihatin tak banyak yang tahu tentang Taman Wisata Alam (TWA) Batu Gamping.

“Masih sedikit sekali yang datang ke sini. Padahal TWA Batu Gamping merupakan kawasan konservasi. TWA juga memiliki nilai sejarah yang tinggi, karena batu yang ada di sini sudah ada sejak 50 juta tahun lalu,” katanya saat ditemui dalam Festival Budaya dan Edukasi di TWA Batu Gamping, Sabtu (6/9/2018).

Ia menjelaskan batu raksasa itu merupakan batu yang ditemukan zaman Eosin. Penemuan batu raksasa tersebut membuktikan bahwa bumi bergeser ke Utara 3 cm per tahun.

Baca Juga :  Jumlah Lipatan pada Blangkon Tidak Sembarangan, Ini Filosofinya

 

“Masih ada fosilnya juga. Makanya ini gimana caranya bisa tetap lestari. Sayangnya masih sedikit yang berkunjung, padahal ini kan juga memiliki potensi wisata edukasi dan sejarah. Dulu juga Pesanggarahan. Ambar ketawang,” jelasnya.

“TWA Batu Gamping ini salah satu dari 9 geoheritage. Masih dalam proses penetapan.
Geoheritage lain itu seperti Tebing Breksi dan Lava Bantal,” sambungnya.

Ia pun ingin agar masyarakat banyak yang berkunjung ke TWA Batu Gamping, bahkan boleh berkemah.

Baca Juga :  Inspektorat DIY Minta Masyarakat Melapor Mendapati Praktik Pungli di Sekolah

 

Untuk masuk TWA Baru Gamping dikenakan biaya Rp 3 ribu untuk weekday, dan Rp 5 ribu untuk weekend.

Sementara itu, Plt Camat Gamping Samsul Bakri menambahkan warga Gamping seharusnya bangga karena memiliki TWA Batu Gamping.

“Kita patut berbangga karena TWA Batu Gamping punya nilai sejarah yang tinggi.
Umurnya sudah tua, makanya perlu dilestarikan. Harapannya besok acara-acara lain bisa diselenggarakan di TWA Batu Gamping ini. Jadi bisa lebih kenal, lebih dekat, sehingga bisa mencintai,” tambahnya. #tribunnews