JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Biar Lebih Leluasa Berobat, Ratna Sarumpaet Minta Jadi Tahanan Kota

Ilustrasi/tempo.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
tempo.co

JAKARTA – Agar lebih mudah jika harus berobat, aktivis Ratna Sarumpaet  mengajukan permohonan untuk menjadi tahanan kota. Kuasa hukum Ratna, Insank Nasrudin menyatakan, pengajuan surat permohonan itu paling lambat diserahkan, Senin (8/10/2018).

“Kami kondisikanlah sama waktu tim lawyer, mungkin siang,” kata Insank di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (6/10/ 2018).

Insank menuturkan, tahanan kota berbeda dengan tahanan rumah tahanan (rutan).  Dengan menjadi tahanan kota, Ratna lebih mudah berobat ke rumah sakit. Sementara tahanan Rutan perlu mengajukan izin terlebih dulu.

Baca Juga :  Diduga Sembunyikan Saksi Kasus Nurhadi, Tania Diperiksa KPK

“Kalau di Rutan kan semua harus ada izin. Mending dia bisa keluar kemana-mana,” ujar Insank.

Ratna Sarumpaet ditangkap oleh Polda Metro Jaya di Bandara Soekarno-Hatta saat akan pergi ke Santiago, Cile. Ratna ditangkap karena telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyebaran berita bohong atau hoax.

Ratna ditahan di rumah tahanan Polda Metro Jaya sejak Jumat malam (5/10/2018). Penahanan ini berlaku selama 20 hari dan dapat diperpanjang apa bila memang dibutuhkan penyidik.

Kepolisian bakal menjerat Ratna dengan pasal 14 dan 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana serta Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Ancaman hukumannya 10  tahun penjara.

Baca Juga :  Ketua KPU: Cukup Banyak Alasan Orang Tak Datang ke TPS

Sebelumnya Ratna Sarumpaet mengaku dianiaya oleh beberapa orang dekat Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, pada 21 September 2018.

Belakangan, setelah polisi membongkar kronologi keberadaanya pada tanggal-tanggal tersebut, Ratna Sarumpaet membuka kedoknya sendiri. Ternyata wajahnya yang lebam bukan akibat penganiayaan, melainkan pasca operasi plastik di salah satu rumah sakit di Jakarta Pusat.

www.tempo.co