loading...
Loading...
Salah satu tim penanganan korban bencana Palu yang dikirim UMS, sudah tiba di Bandara Palu. Foto: Dok

SUKOHARJO-Bencana gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tenggara masih menyisakan trauma dan ketakutan tersendiri bagi masyarakat di lokasi gempa. Terkait hal itu, butuh upaya penanganan dan penyembuhan tersendiri. Saat ini sedang dilakukan fokus penanganan pascabencanan.

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut berpartisipasi dalam penanganan pascabencana. Kali ini UMS mengirim tim yang berorientasi pada trauma healing atau penanganan psikologis korban.

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengirim Tim Psikososial guna turut membantu penanganan korban pasca bencana. Tim Psikososial terdiri dari sejumlah program studi dan fakultas di lingkungan UMS khususnya Fakultas Psikologi, Fakultas Kedokteran dan lainnya.

Tim pertama sudah diberangkatkan sejak pecan lalu dan saat ini sudah menjalankan aksi sosialnya di Palu. Tim pertama terdiri dari Annisa Ramadhani Aurora Ma’ruf dari Fakultas Psikologi, Marhaendra Des’a Arba’a dari Prodi Pendidikan Geografi, Muamar Ahmad Gardhafi dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Ahmad Syukri dari Prodi pendidikan Bahasa Indonesia.

Baca Juga :  Mahasiswa Double Degree UMS Meriahkan International Culture Night Event di NDHU Taiwan

“Mereka akan ditugaskan di Palu selama satu bulan bulan penuh sebagai tim psikososial yg tergabung bersama dengan MDMC,” ungkap Wakil Rektor III UMS, Taufik MSi, PhD, Kamis (24/10/2018).

Ditambahkannya, selain Tim Psikososial, UMS juga mengirimkan relawan klaster medis yang terdiri dari empat dokter, tiga ahli fisioterapi dan dua perawat.

Khusus untuk klaster medis akan diberangkatkan dengan waktu yang berbeda. Tim dokter diberangkatkan Sabtu (20/10/2018), sedangkan tim yang terdiri dari fisioterapi dan perawat diberangkatkan Senin (22/10/2018). “Mereka akan bertugas selama sebulan membantu para korban,” ungkapnya.

Kiprah Tim UMS itu bisa saja tidak hanya berlangsung sebulan, bahkan lebih. Tergantung dengan situasi dan kondisi di lapangan.

Baca Juga :  UNS Jadi Tuan Rumah Bimtek Tenaga Ahli Muda K3 Konstruksi

“Tim akan bertugas di Palu, Donggala dan Sigi. Mereka akan bertugas di sembilan titik posko di bawah koordinasi MDMC. Mereka juga membawa obat-obatan yg dibutuhkan oleh pengungsi. Obat-obatan yang dibawa berasal dari  MMC UMS,” katanya.

Tim perawat dan fisioterapi bergabung dengan tim dokter untuk membantu pasien. Tim Psikososial bertugas memberikan bantuan psikososial terhadap para penyintas dewasa, remaja dan anak-anak. Mereka bersinergi dengan  tim lainnya.

UMS sendiri sebelumnya juga sudah terlibat dalam penanganan musibah gempa di Palu sejak usai gempa lewat tim evakuasinya yakni SARMMI dan Hizbul Wathan. Komitmen UMS untuk membantu sesama yang mengalami musibah menjadi dorongan kampus ini untuk terus mengirim timnya ke lokasi bencana. (Triawati Purwanto)

Loading...