loading...
Loading...
Tangkapan layar ekspresi tiga siswi yang disebut merupakan siswi SMK Sumberlawang saat melakukan video vlog berisi ujaran vulgar. Foto/Wardoyo

SRAGEN-  Teka-teki video Sumberlawang Panas yang berisi ujaran tak senonoh akhirnya terjawab. Tak butuh waktu lama, video yang mengguncang dunia medsos dan memantik reaksi keras dari masyarakat itu terlacak pemerannya.

Tiga siswi berhijab yang berperan dalam video berdurasi 24 detik itu diketahui berasal dari salah satu SMK swasta di Sumberlawang.

“Mereka siswi SMK Pelita Bangsa Sumberlawang,” papar Kapolsek Sumberlawang, AKP Suseno mewakili Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, Jumat (5/10/2018).

Kapolsek menguraikan ketiganya diketahui masih aktif dan tercatat sebagai siswi di SMK tersebut.

Seperti diberitakan, masyarakat dan kalangan pengguna media sosial Sragen dihebohkan dengan rekaman video yang diduga diperankan oleh tiga orang siswi. Siswi itu mengunggah video vlog berkalimat kasar dan tak pantas.

Baca Juga :  SMK Citra Medika Sragen Borong 6 Penghargaan Nasional. Sapu Bersih 3 Juara di Kelompok Farmasi, Satu Siswi Sabet Juara Wirausahawan Muda

Dalam video berdurasi 24 detik itu, tiga siswi berhijab itu terlihat masih mengenakan seragam sekolah. Video itu beredar dan jadi perbicangan hangat dalam beberapa hari terakhir.

Lokasi video terlihat di tepian hutan di sebuah lokasi di wilayah Sumberlawang. Dalam video itu, ketiganya silih berganti menyampaikan kalimatnya.

Isi dari kalimat mereka yakni “Tak kandani Lur, Sumberlawang keras Lur. Siji, paketanmu entek bojomu tak pek. Loro, hubungan tak direstui dedek bayi pun jadi.

Telu, sekolah tanpo gincu ra payu. Sing paling tragis Lur. Kowe sing ditumpaki aku sing dirabi”.

Dalam bahasa nasional, kalimat mereka kira-kira berarti seperti ini. “Saya beritahu Lur. Sumberlawang keras Lur. Satu, paketanmu habis suamimu tak ambil. Dua hubungan tak direstui adik bayi pun jadi. Tiga, sekolah tanpa lipstik nggak laku. Yang paling tragis kamu yang dinaiki aku yang dinikahi”.

Video itu menyebar di dunia medsos dan beredar luas berantai via whatsapp (WA). Sejumlah warga Sumberlawang yang menonton video itu mengaku miris dan menyesalkan perilaku siswi yang berujar tak pantas.

Baca Juga :  Dulu Disalahkan, Kini Petani Resmi Boleh Pakai Gas Elpiji Subsidi untuk Diesel Pertanian. Kementerian ESDM Malah Bantu 350 Mesin Berbahan Bakar Gas 

Sementara pihak SMK belum bisa dimintai konfirmasi. Video itu juga memantik keprihatinan dari Sekda Sragen, Tatag Prabawanto.  “Sangat memprihatinkan,” katanya. Wardoyo

Loading...