loading...
Loading...
Mbah Suminah bersalaman dengan Dandim 0725/Srg Letkol Luluk Setyanto, Kamis (25/10/2018). Foto: Wardoyo

 

SRAGEN—Suasana haru menyelimuti rumah mbah Suminah (80 tahun) saat kedatangan rombongan pria berbadan kekar dan berbaju loreng, Kamis (25/10/2018).  Rombongan terebut adalah Tim Wasev (Pengawas dan Observasi) dari Kodam IV/Diponegoro yang dipimpin Waaster Kodam Letkol Inf Budi Rahmawan didampingi oleh Dandim 0725/Srg Letkol Luluk Setyanto,M.P.M dan para perwira Kodim.

Mbah Suminah yang tinggal seorang diri tersebut berkali-kali mengucapkan terimakasih kepada para tamunya tersebut. “Matursuwun pak ABRI, matursuwun omahe kulo pun dandosi, sakniki yen jawah mboten bocor, rusuk, seng kalih gendheng pun digantos, kulo mboten saget maringi punopo punopo, sing bales sing kuoso, mugi-mugi pak ABRI diparingi sehat panjang umur, matursuwun” kata mbah Suminah sambil memegang erat tangan Dandim Sragen.

Berikut jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia “ terima kasih pak ABRI, terima kasih rumah saya sudah diperbaiki, sekarang jika hujan sudah tidak bocor lagi, usuk, seng dan genting sudah diganti, saya tidak bisa memberi apa-apa, yang balas yang Kuasa, semoga pak ABRI diberi kesehatan, umuar panjang, terima kasih” kata mbah Suminah sambil memegang erat tangan Dandim Sragen.

Dandim yang saat itu juga larut dalam keharusan tak bisa berkata banyak hanya mengucap dua  kata  nggih dan amiin.  Dalam wawancaranya Dandim mengatakan bahwa sebelum direhab rumah mbah Suminah memang sangat memprihatinkan. “Kayu, rusuk dan genting sudah tidak layak lagi sehingga pada saat pengerjaan atap harus dibongkar seluruhnya, karena mendekati musim hujan kami takut rumahnya tak mampu menahan derasnya hujan”.

Dandim berharap mbah Suminah bisa tidur dengan nyenyak pada saat musim penghujan yang akan segera datang tanpa was-was rumahnya bocor lagi. Marwantoro S

Loading...