JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

Ultah Ke 60, UMS Mantapkan Diri Jadi Universitas Berkelas Dunia

96
loading...
Loading...
Istimewa

SUKOHARJO– Di Ultahnya yang ke- 60, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) semakin memantapkan diri menjadi univeritas berkelas dunia. Berbagai upayan dilakukan UMS untuk mencapai predikat tersebut.

Rektor UMS, Prof Sofyan Anif mengakui, salah satu kekurangan UMS yaitu pada jumlah dosen dengan pangkat rendah.

“Yang masih menjadi kekurangan kami adalah hampir 200 dosen di UMS pangkatnya masih rendah. Masih rendahnya pangkat tersebut berakibat dosen yang bersangkutan tidak memiliki kesempatan meraih berbagai bantuan dana untuk melakukan riset,” urainya falam Acara Puncak Hari Jadi UMS ke-60 di Gedung Muhammad Djazman UMS di Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (27/10/2018).

Anif mengatakan, hal itu menjadi tantangan utama ke depan bagi UMS untuk meningkatkan kualitas SDM.

“Untuk mendorong ini kami sudah memberikan kebijakan, salah satunya kemudahan kepada dosen yang ingin melanjutkan S3. Jika sebelumnya ada dosen yang ingin melanjutkan pendidikan strata 3 atau doktor ke luar negeri hanya terbatas ke Malaysia, untuk saat ini tidak demikian. Saat ini lebih merata, kami buka ke Eropa, India, Sudan. Tujuannya agar mereka melek teknologi yang selama ini diterapkan di negara-negara tersebut, jadi tidak hanya berkutat di Indonesia tetapi juga iptek di luar negeri,” ungkapnya.

Baca Juga :  SOLOPEDULI Kirim 25.000 Liter Air Bersih ke Desa Tulas dan Ringin Putih Karangdowo Klaten

Terkait hal itu, saat ini pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di luar negeri.

“Tepatnya ada 18 perguruan tinggi yang sudah menjadi jejaring kami, tidak hanya di Asia tetapi juga merambah ke Eropa dan Afrika,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Intan Ahmad mengatakan saat ini yang menjadi tantangan besar bagi Indonesia adalah menyiapkan seluruh generasi untuk siap menghadapi era revolusi industri 4.0.

Baca Juga :  Pemilihan Ketua Umum Kagama Periode 2019-2024, Ganjar Pranowo Kembali Terpilih

“Dalam hal ini pengembangan SDM menjadi yang utama. Kalau untuk perguruan tinggi baik dari sisi dosen maupun mahasiswa,” katanya.

Menurut dia, civitas akademika tidak hanya harus andal dari sisi ilmu pengetahuan tetapi juga literasi kemanusiaan. Ia mengatakan baik mahasiswa maupun dosen harus mampu berinteraksi dengan orang lain.

“Di satu sisi literasi teknologi penting tetapi di sisi lain literasi kemanusiaan juga penting. Teknologi akan menjadi sia-sia tanpa kita bisa berinteraksi dengan orang lain, misalnya kalau mahasiswa, mereka harus mampu mempelajari bagaimana dosen menjelaskan dan menerima pendapat kita (mahasiswa) dan kita menerima pendapat orang lain,” pungkasnya. Triawati PP

Loading...