JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Alhamdulillah. Progres Awal Pembangunan Jalan Tembus Bendungan Hingga Wonogiri-Ponorogo Capai 90 Persen

Pembukaan lahan jalan tembus di Kelurahan Kayuloko, Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri.
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Pembukaan lahan jalan tembus di Kelurahan Kayuloko, Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri.

WONOGIRI-Progres awal pembangunan jalan tembus Lingkungan Bendungan, Kelurahan Kayuloko, Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri dengan jalur utama Wonogiri-Ponorogo, hampir selesai dikerjakan.

Jalan tembus memiliki volume 250 meter serta lebar 4,5 meter. Kegiatan tersebut mulai dilaksanakan pada Minggu (11/11/18) dan sampai saat ini progres awal pembuatan jalan sudah mencapai 90 persen.

Pembangunan jalan tembus dilaksanakan warga sekitar dan anggota Koramil 17/Sidoharjo dan anggota Polsek Sidoharjo.

Pelaksanaan kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari seluruh warga Kelurahan Kayuloko. Masyarakat semangat membantu saat pelaksanaan kegiatan, baik berupa dukungan tenaga serta logistik dari secara sukarela. Karena masyarakat menilai arti penting dari dibuatnya jalan tembus tersebut.

Baca Juga :  Renovasi Makam Mbah Jonambang di Dusun Sambeng Desa Watuagung Baturetno Wonogiri Disoal, Ini Penyebabnya

Lurah Kayuloko Eko Suprihadi menyampaikan untuk pembuatan jalan tersebut nantinya akan dikerjakan dalam beberapa tahap. Tahap pertama pembukaan akses jalan. Tahap ini sekarang sedang dikerjakan. Tahap kedua adalah pemadatan dan tahap ketiga pengerasan. Tanah yang dijadikan jalan ini merupakan tanah desa.

“Tujuan dibuatnya jalan tembus tersebut adalah mempercepat akses jalan masyarakat Bendungan, yang semula harus berputar melalui lingkungan lain sekarang menjadi lebih cepat menuju poros jalan utama. Mempercepat proses peningkatan ekonomi dan pembangunan,” jelas dia, Jumat (30/11/2018).

Baca Juga :  Tambah Lagi, Kasus Terkonfirmasi Positif Corona di Wonogiri Bertambah 2 Kini Menjadi 32

Dengan adanya jalan baru tersebut pengangkutan hasil panen dari sawah maupun perkebunan menjadi lebih dekat serta menghemat biaya. Ditinjau dari segi Kamtibmas, akan memudahkan mobilitas dalam pemantauan wilayah baik yang dilakukan oleh Babinsa maupun Bhabinkamtibmas, sehingga stabilitas keamanan wilayah lebih terjaga. Aris Arianto