loading...
Loading...
Pelda Suwandi menyerahkan uang lauk pauk kepada induk semang dimana Satgas TMMD tinggal. Foto: Wardoyo

SRAGEN—Ketigatan TMMD Reg ke-103 TA 2018 Kodim 0725/Sragen terus berlangsung tanpa mengenal lelah. Salah satu pendukung lancarnya giat TMMD di Sukorejo itu adalah pasokan logistik kepada para anggota Satgas TMMD. Pasokan logistik dalam bentuk uang lauk pauk (ULP) tahap ke-3 diberikan kepada induk semang atau pemilik rumah tempat Satgas tinggal, pada Jumat (2/11/2018).

Penyerahan ULP dilakukan oleh Pelda Suwandi yang merupakan Bintara Tinggi urusan Logistik Kodim 0725/Sragen.  ULP merupakan hak yang diterima oleh anggota Satgas TMMD selama berada di Sambirejo untuk dibelikan bahan makanan dan dimasak.  Uang tersebut langsung diberikan kepada induk semang atau pemilik rumah dimana Satgas tinggal.

Foto: Wardoyo

Besaran uang yang diberikan ke masing- masing rumah tidak sama, tergantung dari jumlah anggota Satgas TMMD yang tinggal di setiap rumah. Setiap rumah ada yang ditempati 5- 6 orang.

Baca Juga :  23 % Pelajar Terpapar Radikalisme, Babinsa Kodim Sragen Dikerahkan Blusukan ke Sekolah Beri Wawasan Kebangsaan 

Setiap prajurit mendapat ULP  sebesar Rp 43.000/org/hari dimasak di induk semang dengan harapan keluarga induk semang bisa ikut makan dan juga dengan uang tersebut  tidak membebani/memberatkan masyarakat.

Selain mendapatkan ULP anggota satgas TMMD juga mendapat uang saku Rp 15.000 per hari dikali 32 hari. Selain mendapat ULP dan uang saku satgas juga mendapat Kaporlap (Perlengkapan Perorangan lapangan) berupa PDL loreng, Tshirt loreng, topi rimba, sepatu PDL serta sepatu boot.

Foto: Wardoyo

Pelda Suwandi mengatakan uang saku Satgas sudah diberikan pada saat sebelum upacara pembukaan, sedangkan ULP diberikan dalam tiga  tahap yakni tanggal 14 Oktober, 19 Oktober dan 02 Nov 2018.

Baca Juga :  23 % Pelajar Terpapar Radikalisme, Babinsa Kodim Sragen Dikerahkan Blusukan ke Sekolah Beri Wawasan Kebangsaan 

Salah satu warga yang rumahnya ditinggali Satgas, Tugiyo menyatakan sama sekali tak keberatan dengan adanya  Satgas yang tinggal serta harus memasak untuk satgas. “Kulo mboten keberatan pak, tapi nggih sak wontene, wontene nggih kados ngeten”  yang artinya “saya sama sekali tidak keberatan tapi ya seadanya kita adanya seperti ini”. “Maem teng dusun nggih sak wontene” tambahnya. Marwantoro S

Loading...