loading...


Tim Polsek Gesi saat melakukan olah TKP. Foto/Wardoyo

SRAGEN– Kejadian ini barangkali bisa menjadi pembelajaran bagi orangtua untuk tak sembarangan membiarkan anaknya yang masih kecil berkendaraan. Tak hanya risiko kecelakaan, salah-salah malah bisa dimangsa pelaku kejahatan.

Seperti yang terjadi di Gesi, Sragen ini. Seorang bocah SD bernama Mahesa (11) asal Desa Slendro, Kecamatan Gesi Sragen, terpaksa menangis setelah motornya dibegal pria tak dikenal.

Celakanya, pelaku yang berperawakan paruh baya itu menyamar dengan pakaian necis, batik dan berkopiah. Perangainya pun sangat sopan dan menggunakan modus menumpang serta meminjam motor korban.

Insiden itu terjadi Senin (12/11/2018).  Peristiwa itu sendiri terjadi saat Mahesa disuruh bapaknya membeli paku dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat AD 6070 BBE.

Baca Juga :  AKBP Yimmy Kurniawan Resmi Jabat Kapolres Sragen Gantikan AKBP Arif Budiman. Sejajar Dengan AHY, Berikut Profilnya! 

Pada saat perjalanan menuju ke toko bangunan, Mahesa (Korban) bertemu dengan seorang laki-laki yang tidak diketahui namanya dengan ciri ciri berbaju batik warna kuning dan memakai kopiyah.

Kepada Mahesa, laki laki tersebut meyampaikan akan menumpang. Mahesa yang masih tergolong belia inipun mengiyakannya, tanpa manyadari maksud jahat pria setengah baya itu. Setelah sampai di Dukuh Tirtomulyo, pria tersebut menyampaikan lagi kepada Mahesa akan meminjam sepeda motor dengan alasan akan menjemput anaknya di Kecamatan Gesi.

Karena termakan bujukan manis pelaku, Mahesa kembali tak bisa menolak permintaan pelaku. Bocah kecil itu kemudian menyerahkan sepeda motor miliknya kepada pelaku. Sedangkan Mahesa saat itu di suruh menunggu di depan rumah Herman Fardiyanto.

Baca Juga :  Rintis Tim Saber Sampah, Kalapas dan Kapolres Sragen Kompak Blusukan Bagi Tong Sampah Gratis ke Sekolah

Setelah selang waktu kira kira 15 menit, ternyata pelaku tak juga kunjung datang, Mahesa kemudian memberanikan diri memberitahukan apa yang ia alami kepada Herman Fardiyanto, untuk meminta tolong.

Sadar bahwa Mahesa telah tertipu, Herman Fardiyanto kemudian mengantarkan Mahesa pulang ke rumahnya. Kejadian ini membuat Purwanto geram, hingga nekat melaporkan kejadian ini kepada polisi.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Gesi AKP Teguh Purwono membenarkan laporan penipuan tersebut. Menurutnya saat ini kasus itu masih dalam penyelidikan unit Reskrim Polsek Gesi.

Baca Juga :  Pimpin Polres Sragen, Ini 5 Target Utama Yang Akan Dijalankan AKBP Yimmy Kurniawan!

Selain meminta keterangan dari para saksi, Kapolsek juga mengatakan telah berkoordinasi dengan resmob polres sragen untuk menemukan pelaku. Wardoyo

 

Loading...