loading...


Kades Gilirejo Baru, Hartono bersama warga saat melakukan aksi menggempur proyek talud yang diduga kualitasnya di bawah spek. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Aksi warga dan Kades Gilirejo Baru, Miri yang rame-rame menggempur proyek talud lantaran diduga tak sesuai bestek, memantik respon dari kepolisian dan dinas terkait. Sehari pasca aksi itu, pihak Polsek Miri bersama Muspika dilaporkan terjun ke lokasi untuk memastikan kondisi talud yang oleh warga dinilai rapuh tersebut.

Tak hanya dari polisi, pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen juga langsung turun ke lapangan. Hal itu disampaikan Kades Gilirejo Baru, Hartono, Selasa (13/11/2018). Kepada wartawan, Hartono mengungkapkan pasca aksi warga itu, tim kepolisian dan Muspika Miri memang datang ke lokasi.

“Mereka ingin mengecek dan memastikan apakah benar kondisi taludnya seperti yang dikeluhkan warga sampai digempur. Ternyata ya memang begitu kondisinya (rapuh). Saya juga sampaikan kalau kemarin itu hanya sebatas mengetes taludnya yang ditekan memang rontok. Itu juga karena banyaknya aspirasi dan keluhan warga,” papar Hartono.

Baca Juga :  Geber Pemberdayaan, Kemensos Targetkan 8 % dari 10 Juta Keluarga Penerima PKH Bisa Naik Status di Akhir 2018 

Hartono menguraikan kedatangan tim kepolisian dan Muspika itu kemudian disusul oleh tim DPU. Menurutnya dari pengecekan tim DPU, saat itu juga menyampaikan jika kualitas bangunan talud Gilirejo Baru yang dikerjakan rekanan itu memang kualitasnya buruk.

“Kami enggak mengada-ada. Kalau enggak warga sudah saking kesalnya, enggak akan sampai segitu (gempur). Kemarin kita pegang dan pukul memang rontok. Lha pasirnya memang kayak pasir bledu (tanah ladu),” urainya.

Terkait kondisi talud itu apakah warga minta tetap dilanjutkan pengerjaannya, Hartono menyampaikan keinginan warga memang tetap dilanjutkan. Akan tetapi warga ingin agar kualitas pengerjaan disesuaikan dengan spek dan pasir tak asal-asalan.

Baca Juga :  Teror Serangan Ulat Jati Landa Sejumlah Wilayah Sragen. Bergelantungan di Jalan, Masuk ke Rumah-rumah Hingga Kantor 

Sedangkan talud yang sudah terlanjur jadi, Kades berharap di beberapa titik yang terbukti rontok, bisa dibongkar dan dibenahi.

“Enggak semuanya. Kemarin hanya beberapa titik yang terdeteksi memang nggak sesuai dan rapuh,” tukasnya.

Aksi gempur paksa proyek talud Gilirejo Baru itu juga menjadi sorotan dan perbincangan kalangan masyarakat. Rata-rata menyayangkan pengerjaan serta lemahnya pengawasan dari PPK sehingga pelaksanaan tak terawasi dengan baik.

“Kalau pengawasnya kerja beneran mengawasi, nggak akan mungkin proyek sampai kecolongan rapuh begitu. Mestinya kalau material enggak sesuai ya ditegur biar disesuaikan. Kalau sampai sudah jadi talud tapi dipukul dikit sudah rontok, itu kan sudah terlalu,” ujar Anggota LSM Forum Masyarakat Sragen (Formas), Sri Wahono menyoroti kasus talud Gilirejo Baru itu. Wardoyo

Loading...